Unai Emery, sang Juru Taktik Andal yang Mengubah Malam Kelam Aston Villa Jadi Lebih Indah
Dwi Setiawan April 17, 2026 10:56 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sepuluh tahun lalu, Aston Villa terdegradasi ke Championship atau kasta kedua Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak tahun 1987 setelah kalah tipis 1-0 dari Manchester United.

Gol semata wayang Man Unite yang dicetak Marcus Rashford membuat juara Piala Eropa itu menelan sembilan kekalahan berturut-turut dalam 13 pertandingan terakhir mereka sebelum akhirnya mengakhiri musim di posisi paling bawah (20).

Aston Villa kemudian menjalani malam-malamnya di kasta kedua Liga Inggris, tak terasa tiga musim berjalan hingga mampu merebut tiket promosi pada musim 2019/2020.

Pelatih Dean Smith adalah orang yang berjasa mengembalikan kejayaan Aston Villa untuk bersaing di papan atas.

Namun tak lama berselang pada November 2021, Dean Smith dipecat dan digantikan oleh Steven Gerard.

Di bawah asuhan mantan gelandang Liverpool itu, Aston Villa tak mampu berbuat banyak dalam persaingan. Ia hanya memimpin The Villans dalam 40 pertandingan hingga akhirnya waktu pemecatan itu tiba pada Oktober 2022.

Unai Emery didapuk sebagai pengganti Gerard per 1 November 2022.

Mulai dari sinilah, malam-malam Aston Villa yang kelam berubah menjadi lebih terang dengan tingkat persaingan nyata di Liga Inggris dan Eropa.

Unai Emery memboyong staf kepelatihannya sendiri yang telah ia percaya.

Termasuk mantan kiper Sevilla, Monchi sebagai presiden operasi klub pada Juni 2023.

Monchi telah bekerja sama dengan Emery di masa kesuksesan Sevilla yang berhasil merengkuh trofi Liga Eropa tiga musim berturut-turut.

Kedatangan mantan pelatih Arsenal dan Villarreal itu langsung memberikan dampak, menerapkan struktur, kejelasan dalam permainan, hingga kepercayaan diri yang terus tumbuh dan berkembang hingga saat ini.

Tak ada lagi ancaman degradasi yang harus dilalui Aston Villa. Mereka dengan penuh percaya diri menatap kompetisi Eropa karena mampu bersaing dalam 10 besar klasemen.

Musim pertama Emery, Aston Villa finis di peringkat 7 dan lolos ke Liga Konferensi Eropa.

SELEBRASI VILLA - Pemain penyerang Aston Villa asal Argentina, Emiliano Buendia, melakukan selebrasi usai membobol gawang FC Feyenoord dalam matchday kedua Phase League Liga Eropa di De Kuip Stadium, Belanda pada Jumat (3/10/2025). (Instagram Villa - 3/10/2025)
SELEBRASI VILLA - Pemain penyerang Aston Villa asal Argentina, Emiliano Buendia, melakukan selebrasi usai membobol gawang FC Feyenoord dalam matchday kedua Phase League Liga Eropa di De Kuip Stadium, Belanda pada Jumat (3/10/2025). (Instagram Villa - 3/10/2025) (Instagram.com/avfcofficial)

Ia mampu mengubah Villa Park menjadi tempat yang sulit bagi lawannya hingga pencapaian demi pencapaian berhasil mereka catatkan.

Aston Villa mencapai babak semifinal Liga Konferensi Eropa musim 2023/2024 sebelum dikalahkan Olympiacos dengan agregat 6-2.

Namun mereka mampu mengakhiri musim di peringkat 4 besar dan tampil di Liga Champions.

Penampilan Aston Villa di Liga Champions terbilang cukup baik karena mampu melaju hingga babak perempat final.

Mereka memberikan perlawanan ketat kepada PSG yang merupakan mantan tim asuhan Emery.

Leg pertama Aston Villa kalah dengan kor 3-1, namun ketika berlaga di Villa Park mereka menang 3-2. Sayangnya, agregat pertandingan lebih berpihak kepada PSG sehingga lolos ke babak semifinal.

Pada musim 2024/2025, Aston Villa masih bersaing di papan atas, tetapi mereka mengakhiri kompetisi di peringkat 6 dan tampil di Liga Eropa untuk musim ini.

Perjalanan yang tidak mudah dengan bekal pengalaman pemain yang masih minim di Eropa membuat mereka dapat mengambil pelajaran dari satu pertandingan ke pertandingan Eropa.

Hingga akhirnya kini, Aston Villa menjadi salah satu kandidat juara di Liga Eropa setelah menang agregat 7-1 atas Bologna di perempat final.

"Pada tahun pertama kami di Liga Konferensi Eropa, banyak dari kami belum pernah bermain di Eropa, jadi ketika kami mencapai tahap akhir ada banyak tekanan," beber penyerang Aston Villa, Ollie Watkins dikutip dari BBC.

"Setiap tahun kami belajar dan mengambil pelajaran darinya. Dan kami percaya pada pelatih karena dia sangat berpengalaman dalam kompetisi ini."

"Dia telah memenangkannya berkali-kali, jadi kami percaya pada apa yang dia katakan kepada kami dan terus maju," tegasnya.

Pertumbuhan dan perkembangan Aston Villa di bawah asuhan Emery begitu kentara, hal itu tak bisa dielakkan oleh para pemain.

Aston Villa telah mencapai babak baru dan kini menuju catatan sejarah baru untuk memenangkan gelar Eropa pertama sejak tahun 1983 dengan memenangkan Piala Super Eropa.

"Ini adalah pencapaian luar biasa bagi kami untuk melaju ke semifinal dan melangkah lebih jauh dari tahun lalu di Liga Champions," beber Watkins.

"Kami sangat menikmati kompetisi ini dan inilah tempat yang kami inginkan, di semifinal," tambahnya.

Di babak semifinal, Aston Villa akan menghadapi sesama wakil Inggris, yakni Nottingham yang akan berlangsung pada 1 Mei untuk leg pertama, dan 8 Mei untuk leg kedua.

Untuk diketahui, Unari Emery merupakan pelatih yang memiliki koleksi trofi Liga Eropa terbanyak, yakni 4 gelar.

Tiga gelar berturut-turut dia dapatkan bersama Sevilla pada tahun 2014, 2015, dan 2016. Serta satu gelar tambahan bersama Villarreal pada tahun 2021.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.