TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang bocah berusia sekitar empat tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/4/2026).
Pada tubuh bocah berinisial N tersebut ditemukan sejumlah luka lebam. Kematiannya yang tidak wajar tersebut memantik dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat kekerasan.
Meski demikian, sejauh ini belum diketahui pasti penyebab kematian bocah laki-laki tersebut dan kasusnya tengah dalam penyelidikan kepolisian.
Ada pun para tetangga N baru mengetahui kematiannya usai R, seorang sepupu korban, mendatangi rumah warga untuk meminta tolong.
“Dia (R) datang ke rumah saya minta tolong ngecek. Lalu anak saya yang kebetulan kader Posyandu langsung ngecek,” ujar Suparno, tetangga sebelah rumah korban, Rabu.
R selama ini tinggal di rumah orang tuanya di Kelurahan Tosaren dan kebetulan datang ke rumah korban sehari sebelumnya untuk menginap.
“R ngakunya juga enggak tahu apa-apa. Saat itu dia baru bangun tidur lalu menemukan N sudah tergeletak di dapur,” ujar Suparno menirukan pengakuan R.
Setelah itu, banyak tetangga lainnya yang datang ke rumah korban. Mereka kaget karena menemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban.
Akhirnya warga melaporkannya ke perangkat kelurahan. Kemudian kasusnya dilimpahkan ke kepolisian.
Suparno sendiri merasa kaget dengan kejadian tersebut. Apalagi saat kejadian juga tidak tampak kejanggalan semisal kegaduhan dari rumah tetangganya itu.
Di rumah sederhana dan terletak di gang sempit itu, korban tinggal bersama sejumlah anggota keluarga lainnya, yaitu 2 orang kakaknya yang juga masih bocah, W selaku ayah tiri, H selaku ibu kandung, serta S yang merupakan nenek.
Secara ekonomi keluarga korban termasuk hidup di garis kemiskinan.
Ayahnya hanya pekerja serabutan dan ibunya pemijat. Saat kedua orang tuanya bekerja, korban bersama kakaknya diasuh oleh neneknya.
Kondisi ekonomi itu pula yang menyebabkan ketiga bocah yang ada, tidak pernah mengenyam bangku sekolah.