TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kasus pencatutan identitas yang menimpa Rizal Nurdimansyah, seorang guru honorer di Kabupaten Kuningan, kini memasuki babak baru.
Merasa dirugikan karena namanya mendadak terdaftar sebagai pemilik mobil mewah Ferrari seharga Rp4,2 miliar, Rizal resmi melapor ke Polres Kuningan.
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, membenarkan adanya laporan pengaduan terkait dugaan pencatutan nama tersebut.
"Untuk hal itu benar, ada laporan yang sedang kami tangani terkait dugaan pencatutan nama. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman," ujar AKP Abdul Aziz kepada awak media, Jumat (17/4/2026).
Mobil Ferrari yang terdaftar atas nama Rizal Nurdimansyah itu adalah Ferrari 458 Speciale Aperta.
Ferrari 458 Speciale Aperta (sering disebut sebagai Speciale A) adalah mahakarya otomotif yang dianggap sebagai salah satu mobil koleksi paling berharga dari Ferrari.
Ferrari hanya memproduksi 499 unit Ferrari 458 Speciale Aperta di seluruh dunia.
Rizal mengaku awal mula mengetahui identitasnya disalahgunakan setelah mendapat informasi dari rekannya.
Merasa ada yang janggal, ia kemudian mendatangi Kantor Samsat Kuningan untuk melakukan pengecekan NIK.
Hasilnya mengejutkan, Rizal mendapati ada tiga kendaraan yang terdaftar atas namanya, padahal ia tidak pernah membelinya.
"Setelah dicek, ternyata ada dua unit mobil dan satu sepeda motor atas nama saya."
"Padahal yang benar-benar milik pribadi hanya satu, yaitu Toyota Kijang solar. Sisanya, satu unit mobil Ferrari dan satu motor Honda GL 200 itu bukan milik saya," ungkap Rizal usai memberikan keterangan di ruang Satreskrim Polres Kuningan.
Pencatutan identitas ini bukan perkara sepele bagi Rizal.
Sebagai seorang guru honorer, ia mengaku sangat khawatir jika harus menanggung kewajiban pajak kendaraan mewah yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
"Kami khawatir harus menanggung pajak ratusan juta, padahal tidak pernah membeli. Ini sangat merugikan finansial dan mental kami," ujarnya.
Tak ingin masalah berlarut, Rizal mengikuti saran petugas Samsat untuk segera memutus keterkaitan identitasnya dengan kendaraan-kendaraan tersebut.
"Petugas menyarankan untuk diblokir saja. Akhirnya saya langsung lakukan pemblokiran melalui aplikasi agar tidak terus berjalan atas nama saya," katanya.
Selain masalah pajak, Rizal juga cemas identitasnya disalahgunakan untuk tindak kriminal atau kepentingan ilegal lainnya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Saya berharap kasus ini bisa segera diusut tuntas oleh pihak kepolisian agar diketahui siapa pelakunya, dan jangan sampai menimpa warga lainnya," pungkas Rizal. (*)