SERAMBINEWS.COM - Harga emas hari ini bersertifikat milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) kembali mengalami penurunan pada Jumat (17/4/2026).
Menurut update terbaru dari situs Logam Mulia Antam, Nilai harga emas Antam hari ini turun Rp 20.000 per gram.
Sehingga harga emas Antam hari ini kini berada di level Rp 2.868.000 per gram dari harga emas Rp 2.888.000.
Penurunan harga emas Antam ini juga diikuti oleh harga buyback emas Antam yang turun Rp 15.000 menjadi Rp 2.659.000 per gram.
Dengan demikian selisih antara harga beli emas Antam dan harga buyback yang saat ini mencapai Rp 209.000 per gram.
Selain itu, pajak juga berperan besar dalam menentukan hasil investasi emas.
Baca juga: Turun Tipis, Update Harga Emas Antam Hari Ini 16 April 2026 Jadi Segini per Gram
Berdasarkan aturan perpajakan, setiap pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP.
Pajak ini dibayarkan di awal transaksi sehingga langsung menambah harga beli.
Saat menjual kembali emas, investor juga dikenakan pajak. Untuk nilai transaksi di atas Rp10 juta, tarif pajaknya sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.
Pajak ini dipotong langsung dari hasil penjualan, sehingga dana yang diterima menjadi lebih kecil.
Kondisi ini membuat margin keuntungan semakin tertekan, terutama jika kenaikan harga emas tidak terlalu signifikan.
Dengan kata lain, investor membutuhkan kenaikan harga yang cukup tinggi hanya untuk mencapai titik impas.
Baca juga: Harga Emas Antam 15 April 2026 Naik Rp30.000, Tembus Rp2,89 Juta per Gram
Berikut rincian terbaru harga emas Antam hari ini yang diperoleh dari situs resmi Logam Mulia Antam per pukul 09.57 WIB, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 15 April 2026, Cek Daftar Lengkap dan Pergerakan Terbaru
Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa harga emas yang diumumkan secara nasional biasanya mengacu pada butik utama di Jakarta.
Dalam praktiknya, harga emas di berbagai daerah dapat berbeda-beda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti biaya distribusi, kebijakan masing-masing cabang, serta tingkat permintaan di pasar lokal.
Di daerah dengan permintaan tinggi atau akses distribusi yang lebih sulit, harga emas bisa saja lebih mahal dibandingkan harga acuan nasional.
(Serambinews.com/Gina Zahrina).