Isi Chat Guru Besar Unpad ke Mahasiswi Pertukaran dari Luar Negeri, Bujuk Kirim Foto di Pantai
Ardhi Sanjaya April 17, 2026 12:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tersebar isi chat seorang pengajar di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung pada mahasiswi luar negeri.

Chat dari guru besar Fakultas Keperawatan Unpad viral di media sosial.

Kasus ini sekarang menjadi sorotan karena melibatkan relasi kuasa di lingkungan akademik.

Selain itu korban juga merupakan mahasiswi program pertukarang dari luar negeri.

Chat yang dikirim mengandung unsur tidak senonoh antara terduga pelaku dan korban.

Ia bahkan meminta mahasiswi tersebut mengirim foto yang dinilai tidak pantas.

"Saya butuh fotomu saat berenang di pantai Phuket. Memakai bikini," tulis guru besar Unpad.

Mahasiswi tersebut menolak untuk memenuhi permintaan pelaku.

"Tidak. Tidak seorang pun akan pernah melihat foto -foto seperti itu dariku. Tapi aku tidak yakin apakah aku mau minuman itu. Itu alkholo," jawab mahasiswi.

"Ya, silahkan minum lebih banyak brandy lalu berenang. Ini malam sabtu, lebih baik bersenang-senang, semua tugas akademik yang stres akan hilang. Minta bantuan untuk mengambil foto, kirimkan kepadaku. Aku akan senang malam ini," kata pelaku.

Lalu guru besar Unpad ini kembali mengirim chat ke mahasiswi.

Kali ini ia bahkan menyatakan kerinduan.

Baca juga: Puan Maharani Minta 16 Mahasiswa FHUI Pelaku Pelecehan Segera Diadili: Harus Dievaluasi

"Hi, aku rindu kamu, gimana kabarnya ?" tulis guru besar.

Saat berbincang, si guru besar ini tetap menagih foto mahasiswi.

"Aku masih menunggu style bikinimu," katanya.

Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jabar akan melakukan penyelidikan dugaan kekerasan seksual tersebut. 

"Iya akan lidik," ujar Direktur Direktorat PPA Polda Jabar, AKBP Rumi Utari.

Rektor Unpad Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menegaskan, kampus tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, dalam bentuk apa pun di lingkungan kampus.

Baca juga: 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan Sementara Terkait Dugaan Pelecehan Seksual, Ini Penjelasan Kampus

Menyikapi dinamika yang berkembang saat ini, Unpad telah melakukan berbagai penelusuran. 

Setelah menerima laporan secara lengkap, pada hari yang sama Unpad segera mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh kegiatan akademik. 

Selanjutnya, Unpad langsung menjalankan prosedur penanganan dugaan kekerasan seksual sesuai dengan peraturan yang berlaku, dimulai dengan pembentukan tim investigasi untuk melakukan penelusuran secara obyektif dan menyeluruh dengan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unpad dan unsur senat fakultas. 

Dalam hal ini Unpad berkomitmen, apabila dalam proses investigasi terbukti adanya pelanggaran berupa tindakan kekerasan seksual, Universitas Padjadjaran akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

"Unpad akan konsisten melakukan proses pembuktian dan penindakan kekerasan sesuai dengan perundang-undangan dan memprioritaskan kepentingan dan keselamatan pihak yang menjadi korban. Itu berlaku untuk semua warga Unpad, termasuk dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan," ungkap Rektor Unpad, Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita. 

Di luar kasus tersebut, Unpad menekankan bahwa penanganan tindakan kekerasan seksual perlu ditangani dengan penuh kehati-hatian. 

"Unpad akan selalu memperhatikan prosedur pembuktian dengan saksama melalui perangkat yang ada agar tidak menimbulkan keputusan yang keliru, walaupun titik keberpihakan Unpad adalah kepada korban," tegas Rektor. 

Selanjutnya, melalui tindakan cepat dalam memproses perkara ini, Unpad memastikan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan tidak hanya dilakukan untuk kasus-kasus tertentu saja, tetapi segala tindakan pencegahan dan penanganan kekerasan. 

Baca juga: Respon Terduga Pelaku Usai Grup Chat Pelecehan Seksual Mahasiswa IPB Viral, Ketar-ketir Chat Korban

Hal ini dilakukan secara menyeluruh dengan semangat untuk menciptakan ruang aman bagi warga Unpad di lingkungan kampusnya. 

Untuk itu, Rektor Unpad meminta dukungan penuh dari seluruh masyarakat, termasuk semua warga Unpad, demi kelancaran pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. 

Unpad terbuka atas segala masukan dari semua pihak dari unsur masyarakat umum sehingga dapat membantu menjaga suasana kampus selalu kondusif dan nyaman sebagai institusi pendidikan.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.