Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, CENGKARENG - Suasana bantaran Kali Anak Taman Semanan Indah (TSI), Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, tampak berbeda pada Jumat (17/4/2026) pagi.
Sejumlah petugas gabungan berseragam memenuhi area, bersiap menjalankan operasi pembersihan sekaligus penangkapan ikan sapu-sapu yang selama ini meresahkan ekosistem perairan.
Berdasarkan pantauan Warta Kota di lokasi, Jumat (17/4/2026), Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah hadir langsung ke lokasi yang berbatasan dengan Kelurahan Semanan dan Kosambi itu.
Iin sebelumnya tiba sekira pukul 07.29 WIB dan disambut RT, RW, lurah dan camat setempat.
Ia tampak mengenakan rompi oranye bertuliskan 'Global City' yang merepresentasikan Jakarta Kota Global dan 'Enjoy!'.
Baca juga: 763 Kilogram Ikan Sapu-sapu Ditangkap di 10 Tempat di Jakarta Timur
Jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) lainnya turut mengenakan rompi serupa.
Usai berbincang dengan RT hingga camat, Iin yang mengenakan kerudung oranye dan topi hitam langsung memimpin apel kegiatan.
Apel gabungan digelar sebagai tanda dimulainya operasi, melibatkan berbagai unsur seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, PPSU, Sumber Daya Air, Damkar, Satlinmas, Sudin KPKP, hingga TNI dan Polri.
Usai apel, para petugas bergerak menuju saluran penghubung (PHB) yang berada di sisi barat.
Dengan peralatan seperti jaring, mereka mulai membersihkan aliran kali sekaligus menangkap ikan sapu-sapu yang mendominasi perairan.
Baca juga: Berburu Cuan dari Hama Air di Jakarta, Petugas PPSU Raup Rp 5.000 per Kilogram Ikan Sapu-sapu
Kehadiran ikan invasif ini dinilai mengganggu keseimbangan lingkungan dan merugikan ikan lokal.
Kegiatan berlanjut hingga ke sisi selatan dengan jarak sekira 100 meter.
Di lokasi ini, tim dibagi menjadi dua kelompok untuk mempercepat proses pembersihan dan penangkapan yang dikenal sebagai area dengan populasi ikan sapu-sapu cukup tinggi.
Dengan sepatu boot, Wali Kota turun ke pinggiran kali untuk menjaring ikan sapu-sapu dengan serokan yang telah ditangkap petugas Balai Benih Ikan Kalideres dengan jaring bak nelayan.
Selain Iin dan jajaran Pemkot Jakbar lainnya, tampak anggota DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi.
Hilda dengan sepatu boot menemani Iin turun ke pinggiran kali dan juga menjaring ikan sapu-sapu.
Baca juga: Pramono Bongkar Fakta Mengejutkan 60 Persen Sungai Jakarta Dikuasai Ikan Sapu-sapu
Sementara petugas lainnya menyusuri tepian untuk berburu ikan sapu-sapu.
Ikan sapu-sapu kemudian dikumpulkan untuk nantinya dimasukkan ke dalam karung.
“Tujuan utamanya menjaga ekosistem sungai agar lebih bersih dan sehat,” ujar Iin di lokasi.
Ia mengaku terkejut melihat langsung banyaknya ikan sapu-sapu yang hidup di kali tersebut.
"Begitu kami turun, memang terlihat jelas populasinya cukup banyak.”
Dalam kegiatan perdana atau kick-off ini, Jakarta Barat baru menyasar satu titik lokasi.
Namun ke depan, pemerintah kota berencana memperluas kegiatan serupa ke sejumlah aliran kali lainnya secara bertahap dan terpadu.
Hanya dalam hitungan jam, hasil tangkapan di Kali Anak TSI sudah mencapai sekitar 20 kilogram.
Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah seiring penyisiran yang dilakukan sepanjang aliran kali.
Sementara itu, Hilda selaku anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta sangat mendukung kegiatan tersebut.
"Tentunya seperti tadi juga sudah disampaikan ini adalah untuk menjaga ekosistem sungai supaya tetap bersih karena kita ketahui tadi perkembangbiakannya (ikan sapu-sapu) sangat cepat dan itu sangat berbahaya tentunya jika dijadikan makanan olahan," tutur dia.
"Jadi mari kita sama-sama jaga dengan cara secara berkesinambungan dan kalau bisa ini dijadikan kegiatan rutin untuk penangkapan ikan sapu-sapu ini karena ini kan hidupnya di lingkungan sungai yang bebas ya, dan saya lihat ini berkembang biaknya sangat cepat. Jadi ini perlu pemantauan dan kepedulian kita semua supaya ini tetap bisa terjaga ekosistem sungainya," sambungnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan langkah serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem perairan serta kualitas lingkungan di ibu kota.
Adapun titik operasi yang telah ditetapkan meliputi:
Jakarta Barat:
Kali Semongol, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres.
Kali Anak TSI, Kecamatan Cengkareng.
Jakarta Utara:
Sungai Kendal, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing.
Kali Danau Kodamar, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading.
Jakarta Selatan:
Pintu Air Outlet Setu Babakan.
Kawasan Alam Bambu Perindu, Cipedak, Jagakarsa.
Jakarta Pusat:
Sungai Banjir Kanal Barat (BKB), Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang,
Pintu Air Manggarai, Kali Ciliwung.
Jakarta Timur:
Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati.
Kali Buaran, Jalan Sukamto, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit. (m31)