Ambulans Puskesmas Deleng Pokhkisen Aceh Tenggara Alami Kerusakan
Mawaddatul Husna April 17, 2026 02:49 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Mobil ambulans Puskesmas Deleng Pokhkisen, Kabupaten Aceh Tenggara mengalami kerusakan.

Kondisi mobil rusak parah dan mesin tak bisa menyala seperti semula. Akibatnya, mobil tersebut terparkir di lingkungan Puskesmas Deleng Pokhkisen (Depok).

Kepala Puskesmas (Kapus) Deleng Pokhkisen, dr Cut Ayu Ana, Jumat (17/4/2026) mengatakan ambulans itu sudah lama terparkir dan kondisinya rusak sebelum dirinya menjabat sebagai Kapus.

Sementara ia baru mulai menjabat sebagai Kapus Deleng Pokhisen sejak 29 Desember 2025.

Dikatakan, ambulans jenis Mazda BL 9038 HB yang rusak itu sudah diupayakan untuk diperbaiki dengan mendatangkan tukang servis mobil ke Puskesmas Deleng Pokhkisen.

Namun, tukang servis mengatakan kalau mobil tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian mesin dan cukup sulit diperbaiki dan membutuhkan biaya yang cukup besar, apabila diperbaiki.

Karena, harus bongkar mesin dan memperbaiki atau mengganti beberapa alat atau sparepart di mesin.

Karena kondisi mobil Mazda itu dalam keadaan tidak hidup dan sparepart mobil itu di pasaran mahal karena jenis mesin Mazda.

Meski ambulans itu rusak, hal ini dikatakan tidak menganggu layanan kesehatan di Puskesmas karena masih ada ambulans lainnya yang stanby di Puskesmas Deleng Pokhkisen.

Ambulans di Puskesmas tak Dirawat

Secara terpisah, Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah, menyoroti inventaris Pemkab Aceh Tenggara seperti mobil dinas ambulans yang cukup banyak rusak.

Hal ini akibat pejabat yang bersangkutan tidak melakukan perawatan rutin. Sehingga ambulans semakin parah kerusakannya.

Contohnya, ada beberapa mobil ambulans yang rusak "menumpuk" di depan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan (BPKD) Aceh Tenggara.

Kondisi ambulans Puskesmas itu terkena hujan hingga terjemur terik matahari akibat dibiarkan begitu saja oleh dinas terkait.

Dahrinsyah mengatakan seharusnya, mobil ambulans yang menjadi aset Pemkab Aceh Tenggara itu tidak dibiarkan begitu saja. 

Akan tetapi dirawat agar ketika tak bisa diperbaiki dan dilelang nilai jualnya tetap tinggi.

Namun, kini karena mobil terjemur dan cat buram serta terkelupas tentunya membuat nilai jual mobil murah dan sulit laku ketika dilelang.

"Anggaran JKN di Puskesmas besar. Namun, mobil ambulans banyak yang rusak dan tidak dirawat.

Saya minta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan untuk penggunaan jasa JKN Puskesmas di Aceh Tenggara khusus yang mobil ambulans rusak," demikian Dahrinsyah. (*)

Baca juga: Prediksi Cuaca Aceh Tenggara Besok 17 April 2026, 10 Kecamatan Diguyur Hujan

Baca juga: Kebakaran Ludeskan 2 Rumah Warga Lawe Kihing di Aceh Tenggara

Baca juga: SLB Negeri 1 Aceh Tenggara Butuh Guru Terapi Bicara untuk Siswa ABK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.