Anggota DPR RI Imbau Masyarakat Laporkan Jika Temukan Lampu PJU Hilang
Reny Fitriani April 17, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Anggota DPR RI Mukhlis Basri mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga fasilitas umum.

Termasuk melaporkan jika menemukan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang rusak atau hilang.

Diketahui lampu PJU di dua jalur dari Bundaran Radin Intan menuju bandara yang terpantau banyak mengalami kerusakan, bahkan hilang dan padam.

“Perlu ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar fasilitas ini tetap terjaga dan berfungsi optimal,” ujar Mukhlis Basri, Jumat (17/4/2026).

Diteruskannya, Komisi V DPR RI akan mendorong Kementerian Perhubungan agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini.

Baca Juga DPRD Lampung Imbau Semua Pihak Pastikan Lampu PJU Berfungsi dengan Baik

“Kami di Komisi V akan mengusulkan agar Kementerian Perhubungan dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan lampu jalan di jalur ini. Karena ini akses vital menuju bandara dan harus dipastikan aman,” tegasnya.

Ia berharap, melalui dorongan tersebut, perbaikan lampu jalan dapat segera direalisasikan sehingga keamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.

Ia menegaskan, penerangan jalan merupakan kebutuhan dasar yang harus segera ditangani oleh pemerintah.

BPTD Siapkan 2 Skema

Kepala BPTD Kelas II Lampung, Jonter Sitohang mengungkapkan kondisi minimnya penerangan di ruas Bandar Lampung-Tegineneng disebabkan beberapa faktor.

Mulai komponen yang dicuri oknum tidak bertanggung jawab, kerusakan karena masalah teknis, hingga keterbatasan anggaran untuk pengadaan.

Ia menuturkan, di ruas Bandar Lampung-Tegineneng, terdapat 76 titik lampu (APJ) yang di bawah kewenangan BPTD Lampung.

Dari jumlah tersebut, pihaknya mengklaim terdapat empat unit yang tidak berfungsi optimal disebabkan permasalahan teknis.

"Penyebabnya macam-macam, ada yang karena umurnya, ada juga yang karena hilang, sebagian dicuri. Yang dicuri itu biasanya ada yang hanya bagian baterainya saja, ada juga yang sekalian tiang-tiangnya," kata Jonter, Selasa (14/4/2026).

Mirisnya, kata Jonter, aksi pencurian ini seringkali tidak terpantau secara langsung oleh petugas.

Ia mengaku pihaknya kerap mendapatkan informasi mengenai kehilangan fasilitas negara tersebut hanya berdasarkan informasi masyarakat atau pantauan tim di lapangan setelah barang hilang.

"Kalau ada pencurian, kita kalau tidak melihat langsung dan tidak bisa menangkap orangnya, jadi kita tidak bisa melaporkan. Nah, ketika kita ke lapangan ternyata barangnya nggak ada lagi, tapi tidak ada bukti siapa yang ngambil," ujarnya.

Guna menekan angka kriminalitas terhadap fasilitas jalan ini, Jonter menyebut pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Bisanya kalau ada kejadian seperti ini (pencurian), Kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait, baik itu BPTD, dinas perhubungan provinsi, maupun dinas perhubungan kabupaten setempat," lanjutnya.

Di samping itu, pihaknya meminta partisipasi aktif masyarakat agar segera melapor ke pihak berwajib jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tiang lampu APJ rambu lalulintas, maupupun fasilitas penunjang jalan lainnya.

"Kami mengimbau partisipasi masyarakat apabila melihat atau mencurigai ada oknum yang sengaja mengambil sebagian daripada APJ ini untuk dilaporkan kepada pihak berwajib," tegasnya.

Terkait mekanisme perbaikan pada APJ yang tidak berfungsi, BPTD Lampung menerapkan dua skema.

"Untuk alat yang berusia di bawah empat tahun dan mengalami kerusakan teknis, akan dilakukan klaim kepada penyedia. Untuk kerusakan akibat pencurian atau alat yang sudah berusia di atas empat tahun, perbaikan dilakukan melalui usulan pemeliharaan rutin sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran," jelasnya.

Ia mengakui, bahwa keterbatasan anggaran juga menjadi salah satu kendala yang menyebabkan pengadaan lampu APJ kurang maksimal.

"Tentu kita ingin setiap ruas jalan nasional dan jalan arteri dilengkapi APJ, namun demikian karena keterbatasan anggaran tidak semua usulan kita bisa tertampung, karena negara juga punya fokus yang sesuai dengan visi misi presiden," tutur Jonter.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas perlengkapan jalan. "Jangan sampai alat yang dipasang untuk keselamatan malah hilang atau rusak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab," imbuhnya.

Sopir Harus Tingkatkan Fokus

Ibnu (33), seorang sopir truk asal Way Kanan, mengaku harus selalu meningkatkan fokus dan kewaspadaan setiap kali melintas di ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera yang berada di wilayah Natar, saat malam hari. 

Bagaimana tidak, lampu kendaraan truk yang ia kemudikan kerap tak mampu menembus gelapnya jalan, terutama di titik-titik tertentu.

Bagi Ibnu, melintasi jalanan ruas Jalinteng Sumatera saat malam hari bukanlah hal baru. Ia sudah bertahun-tahun mengangkut logistik dari Way Kanan menuju Bandar Lampung, bahkan Pulau Jawa.

"Lampu banyak yang padam, nggak cuma di Natar sini saja, dari Lampung Utara sampai Bypass Jalan Soekarno Hatta banyak yang padam," ujar Ibnu, Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Tribun Lampung, pada Selasa (14/4), di wilayah Desa Hajimena, terlihat beberapa titik di mana jarak antar tiang lampu terbilang sangat jauh, yakni berkisar 50-100 meter. Pemandangan serupa juga nampak di area perkebunan sawit sebelum jembatan layang (flyover) Natar.

Meski di area sawitan ini mulai tampak beberapa tiang lampu tenaga surya (solar panel), namun jumlahnya belum belum maksimal, sehingga pengguna Jalan seperti Julianasih mengeluhkan penerangan di titik ini. Kondisi memprihatinkan juga terlihat mulai dari ruas Pasar Natar hingga Bandara Radin Inten II.

Di sepanjang jalur ini, ditemukan sejumlah titik dengan kondisi APJ yang rusak parah, seperti lampu yang sudah copot dari dudukannya, hingga komponen kelistrikan (box) yang terbuka dan rawan korsleting.

Tak hanya itu, beberapa tiang lampu APJ juga tampak bengkok, bahkan beberapa titik sudah tidak ada lagi tiangnya, hanya menyisakan baut bekas pemasangan di fondasi beton.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.