Nur Ainung Kabid Kominfo Mateng Maknai Hari Kartini Refleksi Perempuan Berbagai Peran Kehidupan
Ilham Mulyawan April 21, 2026 04:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Nur Ainung S Parampasi, Kepala Bidang Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian Mamuju Tengah, memaknai Hari Kartini sebagai sebuah refleksi perjalanan seorang perempuan di berbagai peran kehidupan. 

Bukan sekadar memakai kebaya, kata Nunung, sapaan akrab Nur Ainung, melainkan meneladani semangat belajar tinggi, kemandirian, dan berani berpendapat untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Baca juga: Sabung Ayam di Dusun Pala Desa Taupe Mamasa Dibubarkan Aparat

Baca juga: Stop Anggap Lucu, Psikiater Ingatkan Candaan Seksual di Medsos Bisa Bikin Mental Korban Hancur

Sebagai seorang perempuan, ia memaknai Hari Kartini sebagai pengingat bahwa perjuangan R.A. Kartini belum selesai. 

"Hari ini, perempuan punya lebih banyak ruang, tapi tetap dituntut untuk membuktikan kapasitas, integritas, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat," tegasnya dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Selasa (21/4/2026).

Lebih jauh, Nur Ainung mengungkapkan bahwa dirinya memandang Hari Kartini dari berbagai perspektif. 

Sebagai seorang anak, ia mengingat nilai-nilai yang ditanamkan orang tua tentang pendidikan, kerja keras, dan menjaga nama baik keluarga. 

PROFIL TOKOH - Nur Ainung S Parampasi, Kabid Informasi Diskominfostatisper Mamuju Tengah menceritakan skenario profilnya, Rabu (4/2/2026). (Sandi/Tribun)
PROFIL TOKOH - Nur Ainung S Parampasi, Kabid Informasi Diskominfostatisper Mamuju Tengah menceritakan skenario profilnya, Rabu (4/2/2026). (Sandi/Tribun) (Tribun-Sulbar.com/Sandi Anugrah)

"Itu menjadi dasar saya dalam setiap langkah, termasuk saat harus mengambil keputusan dalam pekerjaan," tuturnya.

Sebagai seorang perantau, makna Hari Kartini terasa lebih dalam lagi. 

"Jauh dari keluarga membuat saya belajar mandiri, kuat, dan bertanggung jawab," ungkapnya. 

"Hari Kartini menjadi simbol bahwa perempuan harus berani keluar dari zona nyaman untuk berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas," tambahnya.

Dalam kapasitasnya sebagai aparatur pemerintah yang diberi amanah jabatan, Nunung menegaskan bahwa Hari Kartini adalah tanggung jawab moral. 

"Bukan hanya soal kesetaraan, tetapi bagaimana perempuan bisa hadir sebagai pemimpin yang adil, profesional, dan mampu membawa perubahan, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Ia menutup dengan pesan bahwa Hari Kartini adalah tentang melanjutkan perjuangan dengan cara masing-masing. 

"Melalui kerja nyata, dedikasi, dan komitmen untuk terus berkembang," pungkasnya. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.