Laporan jurnalis Wartakotalive.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, KRAMAT JATI- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah pada Jumat (17/4/2026) pagi.
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin Rasyid, mengatakan, per hari ini, pihaknya melakukan operasi di 10 tempat.
10 tempat itu berada di kawasan Kecamatan Kramat Jati, Jatinegara, Cakung, Ciracas, Duren Sawit, Cipayung, Makasar, Pasar Rebo, Matraman, dan Pulogadung.
Berdasarkan kalkulasi atau penjumlahan secara keseluruhan, total estimasi ikan sapu-sapu yang ditangkap mencapai 7,6 kuintal.
"Kramat Jati 200 kg, Jatinegara 50 Kg, Cakung 60 Kg, Ciracas 50 Kg, Duren Sawit 80 Kg, Cipayung 53 Kg, Makasar 150 Kg, Pasar Rebo 80 Kg, Matraman 30 Kg, dan Pulogadung 10 Kg, total 10 Kecamatan 763 kg atau 7,6 kuintal," papar Munjirin di lokasi, Jumat (17/4/2026).
Dalam operasi tersebut, terkhusus Munjirin, ia melakukannya di perairan Dermaga Eco Edu Wisata Ciliwung, Kecamatan Kramat Jati.
Selama proses penangkapan itu, pihaknya mengerahkan sejumlah personel gabungan.
Personel gabungan itu terdiri dari petugas pemerintahan dan relawan masyarakat.
"Personil yang di lokasi ini yang dari instansi sendiri ada dari Damkar, BPBD, Kelurahan, dan Kecamatan kurang lebih 150. Tapi banyak juga masyarakat yang ikut terlibat di dalam kegiatan ini," jelasnya.
Munjirin menuturkan, dalam operasi perdana yang sudah dimulai sejak Kamis (16/4/2026) hingga kini, hasil tangkapan di Dermaga Eco Edu Wisata Ciliwung berjumlah lebih kurang ratusan kilogram.
"Alhamdulillah ini sudah dimulai kegiatan ini, dari mulai kemarin sore sampai dengan hari ini dan sudah tertangkap ikan sapu-sapu di lokasi ini saja itu kurang lebih 200 kilogram," tuturnya.
Munjirin menyampaikan, usai dilakukan penangkapan, ratusan kilogram ikan tersebut dikubur di tanah sekitar lokasi.
"Semuanya harus terkubur. Karena ikan sapu-sapu yang di DKI Jakarta ini kan sudah di lab itu mengandung kandungan timbal atau merkuri berbahaya itu di atas ambang batas," ucapnya.
Munjirin menegaskan, operasi ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung untuk menekan populasi ikan tersebut.
Orang nomor satu di Jakarta Timur itu berharap agenda serupa tidak hanya berlangsung hari ini saja, melainkan berkelanjutan.
"Saya harap untuk kegiatan penangkapan ini saya akan mencoba berbicara dengan stakeholder yang lain agar masyarakat yang membantu untuk menangkap ikan sapu-sapu ini mudah-mudahan bisa ada apresiasi. Itu mungkin," pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan langkah serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem perairan serta kualitas lingkungan di ibu kota.
Adapun titik operasi yang telah ditetapkan meliputi:
1. Jakarta Barat:
- Kali Semongol, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres.
- Kali Anak TSI, Kecamatan Cengkareng.
2. Jakarta Utara:
- Sungai Kendal, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing.
- Kali Danau Kodamar, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading.
3. Jakarta Selatan:
- Pintu Air Outlet Setu Babakan.
- Kawasan Alam Bambu Perindu, Cipedak, Jagakarsa.
4. Jakarta Pusat:
- Sungai Banjir Kanal Barat (BKB), Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang,
- Pintu Air Manggarai, Kali Ciliwung.
5. Jakarta Timur:
- Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati.
- Kali Buaran, Jalan Sukamto, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit (m37).