TRIBUNNEWS.COM - Bintang Inter Miami, Lionel Messi kembali menjadi sorotan bukan karena aksi gemilangnya di lapangan, melainkan karena digugat secara hukum.
Baru-baru ini perusahaan promotor acara asal Miami, VID Music Group, mengajukan gugatan terhadap megabintang asal Argentina tersebut beserta Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) di Pengadilan Sirkuit Miami-Dade.
Gugatan ini dilayangkan bulan lalu (Maret 2026) dengan tuduhan penipuan dan pelanggaran kontrak.
Berdasarkan laporan dari ESPN pada Jumat (17/4/2026), VID Music Group mengklaim telah menandatangani kesepakatan senilai 7 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp120 miliar) dengan AFA pada musim panas tahun lalu.
Kesepakatan tersebut memberikan hak eksklusif kepada VID untuk mengorganisir dan mempromosikan dua pertandingan persahabatan Argentina pada Oktober 2025, yaitu melawan Venezuela dan Puerto Rico.
Kontrak tersebut mengikat tiket, hak siar, dan pendapatan sponsorship sebagai imbalannya.
Yang menjadi pokok permasalahan adalah partisipasi Lionel Messi.
Menurut VID, kehadiran dan bermainnya merupakan syarat utama dalam kontrak.
Messi diwajibkan tampil minimal 30 menit di setiap pertandingan, kecuali karena cedera.
Partisipasi sang kapten Albiceleste dianggap krusial karena menjadi daya tarik utama bagi penonton yang rela membayar harga tiket lebih mahal untuk menyaksikan salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Baca juga: Lionel Messi Akuisisi Klub Semi-pro Spanyol UE Cornella, La Pulga Perkuat Warisannya di Catalonia
Namun, pada 10 Oktober 2025, Argentina menang 1-0 atas Venezuela di Hard Rock Stadium, Florida. Messi justru hanya menonton dari suite VIP dan tidak turun ke lapangan.
Keesokan harinya, Messi malah bermain penuh untuk Inter Miami di MLS, mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 atas Atlanta United.
Pada 14 Oktober 2025, Messi akhirnya tampil dan mencetak gol saat Argentina menghancurkan Puerto Rico 6-0.
Pertandingan ini sempat dipindah dari Chicago ke Florida karena penjualan tiket rendah lantaran rumor Messi akan kembali absen di laga tersebut.
Bahkan setelah harga tiket diturunkan hingga 25 dollar Amerika Serikat (sekitar Rp429 ribu), tiket pun tetap tidak terjual habis.
VID Music Group mengklaim mengalami kerugian jutaan dolar akibat absennya Messi di laga melawan Venezuela, ditambah penjualan tiket yang buruk di pertandingan kedua.
Pengacara VID, Ralph Patino, menyatakan bahwa partisipasi Messi adalah komponen sentral yang menentukan kelayakan komersial kedua pertandingan.
"Pengaduan tersebut menyatakan bahwa partisipasi Lionel Messi yang diantisipasi merupakan syarat penting dari perjanjian, membentuk komponen sentral dari kontrak dan terkait langsung dengan kelayakan komersial pertandingan," kata Ralph Patino, dikutip dari ESPN.
Saat ini, gugatan masih dalam tahap awal. Belum diketahui berapa besar ganti rugi yang diminta VID Music Group secara spesifik, meski mereka menyebut kerugian mencapai jutaan dolar.
Kabar ini tentu mengejutkan banyak penggemar Messi yang selama ini mengagumi loyalitas dan profesionalismenya.
Menarik dinantikan perkembangan selanjutnya dari pengadilan soal kelanjutan gugatan terhadap Messi dan AFA tersebut.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)