TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanah Datar memberlakukan Rekayasa Lalu Lintas Batusangkar yang baru mulai Minggu, 19 April 2026 mendatang.
Kebijakan ini menyasar sejumlah titik krusial di pusat kota untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di jam sibuk dan area perdagangan.
Dalam peta terbaru tersebut dirilis Pemkab Tanah Datar dikutip Jumat (17/4/2026), sistem satu arah (garis kuning) kini diterapkan secara ketat mulai dari Jalan Soekarno-Hatta menuju arah Gedung Nasional dan perempatan Parak Juar.
Jalur melingkar juga diberlakukan di sekitar Taman Cindua Mato, melewati depan Terminal Pasar Papan hingga menuju arah Indojolito, sehingga kendaraan tidak lagi saling berpapasan di jalur sempit pusat pasar.
Sementara itu, akses dua arah (garis merah dan kuning) tetap dipertahankan pada jalur-jalur penyangga yang menghubungkan antar wilayah.
Jalur dari arah Sigarunggung menuju Lapangan Cindua Mato serta rute menuju Pagaruyung dan Sungayang masih bisa dilalui dari dua arah guna menjamin kelancaran transportasi antar kecamatan dan rute utama keluar masuk Kota Batusangkar.
Baca juga: Polresta Padang Ringkus Pencuri AC, Pelaku Incar Tembaga untuk Dijual
Kepala Dishub Tanah Datar, Sofyan Ali Zumara, menjelaskan bahwa Rekayasa Lalu Lintas Batusangkar ini mencakup perubahan arus signifikan di jantung Kota Budaya tersebut.
Berdasarkan peta manajemen yang dirilis, skema baru ini membagi jalur menjadi sistem satu arah dan dua arah guna memperlancar pergerakan kendaraan dari berbagai titik masuk kota.
Hal ini diungkapkan Kepala Dishub Tanah Datar Sofyan Ali Zumara, dalam pemaparannya dihadapan Bupati Tanah Datar Eka Putra SE, MM, Kamis (16/4/2026) di ruang rapat pimpinan kantor bupati setempat.
Menurut Sofyan, rekayasa Lalin ini digagas karena dilatarbelakangi terjadinya kemacetan di sekitar Jati terutama pada jam-jam sibuk dan adanya pemanfaatan sebagian badan jalan untuk aktifitas para pedagang.
"Berangkat dari kondisi ini dan kajian Lalin yang telah kami lakukan, maka kami memutuskan untuk melakukan rekayasa Lalin di sekitar kota Batusangkar mulai pada hari Minggu tanggal 19 April besok," ujarnya kepada Bupati.
Baca juga: Identitas Enam Korban Avanza Masuk Jurang di Lembah Anai, Sopir Asal Pekanbaru Luka Berat
Menanggapi hal tersebut, Bupati Eka Putra memberikan apresiasi atas upaya dan kerja yang dilakukan oleh Kadis Perhubungan bersama jajarannya.
Dia juga meminta kepada OPD lainnya untuk mendukung hingga rekayasa Lalin ini berjalan dengan baik.
"Pelaksanaan kebijakan ini harus dilakukan secara humanis dan tidak kaku. Artinya, pendekatan kepada masyarakat perlu mengedepankan sosialisasi yang berkelanjutan. Jika masih ada yang belum mengikuti aturan, jangan langsung dilakukan penindakan, karena proses sosialisasi memang membutuhkan waktu," pesannya.
Terkait kemacetan yang terjadi, menurut Bupati hal tersebut justru bisa dilihat dari sisi positifnya. Yang mana kemacetan yang terjadi menandakan adanya peningkatan aktivitas ekonomi di Tanah Datar, termasuk meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memiliki kendaraan.
Namun demikian tambahnya, kondisi ini tetap perlu diatur dengan baik, terutama dalam mendukung sektor pariwisata dan aktivitas perdagangan.
Baca juga: Rumah di Seberang Palinggam Padang Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp500 Juta
Selama ini, pola pergerakan pengunjung yang masuk ke kawasan wisata masih berputar-putar tanpa singgah ke pusat kota dan pasar. Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan pengunjung dapat diarahkan untuk masuk ke pasar, berhenti sejenak di area seperti Lapangan Cindua Mato, dan berbelanja.
"Dengan demikian, transaksi jual beli di pasar akan meningkat dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat," tambahnya.
Selain itu kata Eka Putra lagi, hal ini juga perlu diimbangi dengan pembinaan kepada para pedagang, khususnya terkait harga.
Permasalahan harga yang lebih tinggi dari standar masih menjadi keluhan, terutama pada momen ramai seperti Lebaran.
Oleh karena itu, Bupati Eka mengharapkan agar para pedagang dapat menerapkan prinsip keuntungan yang wajar dengan volume penjualan yang lebih besar, sehingga tercipta keseimbangan dan daya tarik bagi pengunjung.
Lebih jauh Bupati Eka juga meminta kepada dinas terkait untuk memastikan agar kendaraan wisata, termasuk travel, diberi ruang untuk berhenti di pasar, sehingga produk UMKM dan hasil pertanian lokal dapat lebih mudah dipasarkan.
Baca juga: Respons Pemprov Sumbar Petani di Limapuluh Kota Beralih ke Tambang Emas Gegara Harga Gambir Turun
Untuk mendukung hal tersebut, sambungnya, penataan parkir harus dilakukan dengan tegas dan teratur. Area parkir utamanya harus diperuntukkan bagi pengunjung yang datang.
"Saya harap dinas Perhubungan dapat mengoptimalkan pengawasan, termasuk pada akhir pekan dan di luar jam kerja normal. Pak Kadis tinggal menyesuaikan jadwal kerja untuk personel yang ada, agar pelayanan tetap berjalan maksimal, terutama pada waktu-waktu ramai," tegasnya.
Selain itu, dalam pelaksanaan kebijakan rekayasa Lalin ini Bupati Eka Putra juga meminta agar melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pihak kepolisian yang juga memiliki wewenang dalam pengawasan lalu lintas. (*)