Anggaran Untuk Influencer dan Medsos Booster Capai 1 Miliar, Ini Penjelasan Kominfo Manado
Dewangga Ardhiananta April 17, 2026 03:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya buka suara terkait sorotan publik terhadap dugaan anggaran influencer dan media sosial booster yang mencapai Rp 1 miliar dalam APBD Tahun 2026.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Jetty Mukuan menyebut penggunaan influencer dan media sosial booster bertujuan menyebarkan informasi kepada masyarakat.

"Pemanfaatan influencer bertujuan agar masyarakat dapat lebih memahami berbagai 
program dan perkembangan yang dilakukan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado," katanya, Kamis (16/4/2026).

Sedangkan pemakaian media booster untuk memperluas jangkauan informasi hingga ke luar negeri.

Ini sangat berguna untuk pemasaran pariwisata.

"Harapannya, ini bisa menarik wisatawan asing untuk datang ke Manado,” katanya.

Ia menegaskan pemakaian jasa influencer dan media sosial booster sesuai aturan yang berlaku.

Yakni lewat pihak ketiga yang telah memenuhi persyaratan administrasi sebagai penyedia jasa.

“Pembayaran dilakukan ke pihak ketiga yang memiliki kelengkapan berkas perusahaan. Jadi tidak langsung ke influencer,” katanya.

Sebut dia, anggaran tersebut bersifat fleksibel.

Alias bisa dialihkan sesuai kebutuhan.

“Anggaran untuk media sosial booster dan influencer bisa digeser ke anggaran media apabila nantinya diperlukan,” katanya.

Diketahui Kominfo Manado sempat menuai sorotan karena angka jumbo untuk influencer dan media booster dianggap tidak urgen serta berbau pemborosan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut mencakup Rp 555.000.000 untuk jasa media sosial booster dengan 55,5 paket dan Rp 487.500.000 untuk influencer dengan 97,5 paket.

Totalnya mencapai Rp 1.042.500.000.

(TribunManado.co.id/Art)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.