Penampakan Bangkai Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Hutan Kalimantan, Masih Bau Bensin
Desy Selviany April 17, 2026 03:29 PM

TRIBUNDEPOK-Terekam penampakan helikopter PK-CFX yang jatuh di hutan Kalimantan Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Helikopter tersebut jatuh di tengah hutan dengan ketinggian 500 mdpl. 

Menurut laporan jurnalis TribunPontianak pada Jumat (17/4/2026), helikopter tersebut terlihat  jatuh persis di bawah puncak bukit di Desa Tapang Tingang. 

Helikopter PK-CFX juga jatuh persis di pinggir jurang. 

Badan helikopter terlihat masih utuh meski remuk parah. Namun buntut dan baling-baling helikopter sudah patah.

Dilaporkan hingga sehari setelah jatuh, masih tercium bau bahan bakar dari bangkai Helikopter PK-CFX.

Meski jatuh di bukit, namun untuk mencapai lokasi jatuhnya helikopter tersebut tidak mudah.

Dibutuhkan waktu dua jam dengan jalan menanjak untuk mencapai helikopter PK-CFX tersebut.

Akibat kecelakaan helikopter itu, delapan orang tewas termasuk kru helikopter. 

Delapan jenazah korban meninggal dunia kemudian dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Jumat 17 April 2026 pukul 10.30 WIB.

Delapan korban itu sendiri terdiri dari dua kru pilot dan co pilot dan enam penumpang.

Dua kru Pilot itu bernama Capt Marindra Wibowo dan seorang engineer Harun Arasyid.

Kemudian ada enam penumpang. Mereka adalah, Patrick K (Warga Malaysia), Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Seluruh korban di bawah ke instalasi forensik untuk menjalani pemeriksaan oleh tim medis dan forensik 

Proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut ini dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan korban kecelakaan udara. 

Proses ini juga untuk memastikan identitas korban secara akurat.

Sebelumnya proses evakuasi korban dari jatuhnya helikopter PK-CFX ini berlangsung dramatis.

Baca juga: Detik-detik Pemburu Temukan Bangkai Helikopter yang Jatuh Hutan Kalimantan

Tim gabungan mengevakuasi dalam kondisi gelap dan medan ekstrem karena cuaca buruk serta tidak adanya lokasi pendaratan helikopter.

Sejak dikabarkan hilang kotak setelah 5 menit lepas landas Kamis 16 April 2026, pukul 08:34 - 08:39 WIB, proses pencarian langsung dimulai.

Tim gabungan diturunkan untuk proses pencarian melalui darat dan udara hingga ditemukan dan terkendala medan berat untuk evakuasi korban.

Sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh jenazah berhasil dikeluarkan dan ditandu sejauh 2,5 jam menuju Posko Hulu Peniti.

Jenazah pertama tiba pukul 04.52 WIB, lalu seluruhnya diberangkatkan pukul 06.10 WIB menggunakan ambulans menuju Kompi B Yonif 642 untuk selanjutnya diterbangkan ke RS Bhayangkara.

Seluruh jenazah awalnya dijemput ke titik penjemputan di Sanggau lalu selanjutnya diterbangkan ke Lanud Supadi menuju RS Bhayangkara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.