SURYA.CO.ID, TUBAN - Peristiwa jatuhnya helikopter PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), mengungkap fakta bahwa pilot pesawat tersebut merupakan warga asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim).
Pilot bernama Capt. Marindra Wibowo diketahui merupakan putra pasangan Sudiono dan Prapti Indah Lestari, warga Kelurahan Baturetno, Kecamatan/Kabupaten Tuban.
Sebelum menetap di Kelurahan Baturetno, keluarga Marindra diketahui sempat tinggal di Kelurahan Sokolilo. Mereka kemudian pindah ke Baturetno sekitar tahun 2000.
Dari pantauan di kediaman orang tua korban, suasana rumah tampak sepi dengan kondisi gerbang tertutup rapat.
Baca juga: Sosok Capt Marindra Wibowo Pilot Helikopter PK-CFX yang Hilang Kontak di Kalbar, Ini Data Penumpang
Ketua RT 4 RW 1 Kelurahan Baturetno, Arifin, mengaku pertama kali mengetahui kabar kecelakaan tersebut dari tayangan televisi pada Kamis (16/4/2026) malam.
“Saya dapat kabar dari TV, lalu juga mendapat informasi dari seseorang bahwa anaknya Pak Sudiono mengalami musibah. Setelah itu kami lakukan klarifikasi dan ternyata benar,” ujar Arifin.
Ia juga menyebutkan, bahwa Babinsa setempat sebelumnya telah menerima informasi lebih awal pada Kamis siang terkait musibah tersebut.
Menurut Arifin, kedua orang tua Marindra telah berangkat ke Surabaya pada Jumat pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
“Tadi pagi sekitar setengah tujuh orang tuanya berangkat ke Surabaya, ke rumah anaknya di sana,” imbuhnya.
Hal ini dikarenakan Marindra diketahui berdomisili di Surabaya dan telah tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) setempat.
Baca juga: Nasib Capt Marindra Wibowo dan 7 Penumpang Heli PK-CFX yang Jatuh di Kalbar Dipastikan Tak Selamat
Arifin menjelaskan, Marindra dikenal sebagai sosok yang jarang pulang ke kampung halaman karena kesibukannya sebagai pilot.
“Ya biasa, karena pekerjaannya pilot jadi jarang pulang. Kalau pulang hanya sebentar, biasanya hanya saling sapa saja dengan warga,” bebernya.
Terakhir, Marindra diketahui pulang ke Tuban saat momen Lebaran beberapa waktu lalu.
Berdasarkan informasi yang diterima warga, jenazah Marindra rencananya akan dimakamkan di Surabaya, bukan di kampung halamannya di Tuban.
Helikopter PK-CFX diketahui melayani rute dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1.
Namun dalam perjalanan, helikopter tersebut dilaporkan jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Sosok Along Penemu Puing Heli PK-CFX yang Jatuh di Kalbar, Evakuasi Capt Marindra Wibowo dkk Tuntas
Helikopter tersebut membawa total delapan orang, terdiri dari satu pilot, satu engineer, dan enam penumpang.
Selain Capt. Marindra Wibowo sebagai pilot, terdapat engineer bernama Harun Arasyid.
Adapun enam penumpang lainnya adalah: