Bayi Alami Hipotermia di Gunung Ungaran, Orang Tua Cekcok, Ayah Ingin ke Puncak Tapi Ibu Mau Turun
Talitha Daren April 17, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Peristiwa bayi mengalami hipotermia saat pendakian di Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, menghebohkan media sosial dan menyita perhatian publik.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 11 April 2026, melibatkan seorang bayi perempuan berusia 1 tahun 3 bulan.

Dalam video yang beredar, terlihat petugas SAR berupaya menyelamatkan sang bayi dengan membungkusnya menggunakan emergency blanket.

Insiden ini bermula ketika pasangan suami istri asal Semarang memutuskan mendaki Gunung Ungaran bersama anak mereka.

Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau naik turun dalam satu hari tanpa bermalam.

Namun, sebelum pendakian dimulai, petugas di basecamp sebenarnya telah memberikan peringatan.

Pengelola Basecamp Perantunan Bandungan, Wido, mengungkap bahwa pasangan tersebut sudah diingatkan soal risiko cuaca yang tidak bersahabat.

Meski demikian, sang ayah disebut tetap bersikeras melanjutkan pendakian hingga ke puncak. Keputusan tersebut bahkan sempat memicu perdebatan antara dirinya dengan sang istri.

Situasi kemudian memburuk ketika bayi mereka mengalami hipotermia di tengah perjalanan.

Beruntung, petugas SAR sigap melakukan evakuasi sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan.

Baca juga: 6 Cara Mengobati Hipotermia Secara Alami Minum Banyak Air, Kompres Air Hangat, Dijamin Sembuh!

BAYI HIPOTERMIA VIRAL - Media sosial belakangan ramai memperbincangkan kabar seorang bayi yang diduga mengalami hipotermia saat diajak orang tuanya mendaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Kabar tersebut menyebutkan sang bayi harus diselamatkan oleh anggota SAR di tengah cuaca dingin pegunungan. (Istimewa/Kompas.com)

Petugas SAR yang sedang berusaha menyelamatkan bayi yang dikabarkan mengalami hipotermia.

Bayi tersebut digendong oleh petugas dan diselimuti dengan emergency blanket.

Kronologi bayi hipotermia di Gunung Ungaran bermula saat pasangan suami istri asal Semarang membawa anak mereka untuk melakukan pendakian pada Sabtu (11/4/2026).

Pasangan tersebut berniat untuk melakukan pendakian tektok alias naik turun dalam sehari tanpa bermalam.

Di tempat pendaftaran, petugas telah mengingatkan pasangan tersebut akan risiko membawa anak kecil naik gunung di tengah cuaca yang tidak bersahabat.

Hal ini diungkap oleh pengelola Basecamp Perantunan Bandungan, Wido.

"Kami memperingatkan soal risiko dan lain sebagainya, karena cuaca memang lagi tidak bersahabat," kata Wido, dikutip dari Kompas.com.

Meski telah diingatkan, pasangan suami istri itu tetap pada pendiriannya, yakni tetap membawa anak mereka naik dan siap menanggung segala risiko yang terjadi. Keduanya juga berjanji akan menjamin keselamatan sang anak.

Cekcok di Pos 4

Namun, masalah terjadi saat keluarga tersebut sampai di pos 4. Cuaca mendung dan udara semakin dingin, sang istri pun berniat turun dengan membawa anaknya.

Akan tetapi sang ayah bersikeras untuk tetap membawa anaknya naik sampai ke puncak. Bukannya kompak, pasangan itu justru terlibat cekcok.

Di tengah perdebatan tersebut, sang anak mulai rewel dan menangis. Beruntung, ada anggota SAR yang sedang melakukan kegiatan SMR di sekitar lokasi.

Bayi itupun akhirnya ditenangkan oleh anggota SAR. Karena cuaca sangat dingin, petugas juga memberikan blanket emergency sebagai upaya pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Diselingkuhi 2 Kali Oleh Suami, Yulia Baltschun Masih Ingin ke Couple Therapy, Terbaik Buat Anak

Kondisi Bayi

Wido pun mengungkap fakta sebenarnya dari kronologi bayi hipotermia di Gunung Ungaran.

Kondisi bayi tersebut tidak terkena hipotermia parah atau kondisi kritis seperti kabar yang beredar.

Akan tetapi, blanket emergency tersebut digunakan sebagai upaya preventif, karena udara yang sangat dingin.

Setelah bayi itu merasa hangat dan tenang, ia pun dibawa turun bersama orangtuanya menuju basecamp. Beruntung, bayi tersebut dalam kondisi sehat.

"Setelah itu, langsung diajak turun dan kembali. Bayi dalam keadaan sehat dan baik-baik, semua sehat," ungkapnya, dikutip dari Tribun Jakarta.

Lebih lanjut, Wido pun mengingatkan akan pentingnya persiapan matang dan kedewasaan dalam pendakian.

Setiap pendaki harus bisa mengukur risiko sebelum memutuskan untuk mendaki, terutama saat mengajak anak kecil yang rentan terhadap cuaca ekstrem.

Viralnya kabar bayi mengalami hipotermia di Gunung Ungaran ini telah menuai banyak kritik dari publik.

Banyak yang menyayangkan keputusan kedua orangtua tersebut untuk membawa anak mereka yang masih terlalu kecil untuk pendakian. 

(TribunTrends.com/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.