Nenek Aniaya Cucu hingga Tewas, Gegara Susah Disuruh Makan, Tubuh Korban Lebam
M.Risman Noor April 17, 2026 04:02 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gegara susah disuruh makan, nenek marah dan kesal terhadap cucunya.

Kekesalan nenek S (64) terhadap MAM (4), bocah asal Kediri, Jawa Timur dengan cara memukul korban.

Gagang sapu dan pipa paralon menjadi senjata nenek memukul cucu sendiri hingga berujung kematian, pada Rabu (15/4/2026). 

Kecurigaan warga tak lepas melihat kondisi korban yang tubuhnya mengalami lebam-lebam.

Baca juga: BREAKING NEWS- Mahasiswa ULM Agendakan Aksi “Reset Indonesia”, Aparat Sudah Siaga di DPRD Kalsel

Baca juga: Gempa Guncang Jawa Timur Jumat 17 April 2026, Cek Wilayah Pusat Getaran dan Kekuatannya

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengatakan, MAM tewas setelah menerima tindakan kekerasan yang dilakukan S. 

Peristiwa bermula karena S jengkel dengan tingkah laku cucunya. Saat itu di rumahnya, hanya ada tiga orang cucu S, termasuk MAM.

"Orang tua korban sedang keluar rumah bekerja,” kata Achmad saat konferensi pers, Jumat (17/4/2026).

Sekitar pukul 14.00 WIB, S meminta ketiga cucunya untuk makan siang dilanjutkan tidur siang setelahnya.

Namun, menurut Achmad, perintah itu tidak dilaksanakan ketiga cucunya.

Hal ini yang kemudian membuat S kesal. Ia kemudian memukul korban menggunakan gagang sapu dan paralon.

Usai pemukulan itu, korban pergi ke dapur untuk merendam diri di dalam timba cucian berisi air.  

Ketika ibu korban pulang bekerja, ia menemukan korban berada di dapur dalam kondisi telah meninggal dunia.

“Akhirnya kekerasan itu terjadi hingga menyebabkan kematian korban,” ujarnya.

Kini, S telah ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 80 Ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 2 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 4 Ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Baca juga: Tak Pernah Tuntas Terangkut,  Sampah di TPS Jafri Zamzam Banjarmasin Terus Menumpuk

 Sejumlah barang seperti kayu gagang sapu, pipa paralon, timba air, hingga pakaian yang dikenakan korban saat peristiwa berlangsung telah disita petugas.

Bocah berinisial MAM tersebut meninggal dunia di rumahnya. Namun kematiannya dianggap tidak wajar karena adanya sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya.

Cucu Mpok Nori Tewas Dianiaya Mantan Suami

Nasib tragis dialami cucu pelawak Betawi Mpok Nori yakni Dwhinta Anggary (37).

Perempuan itu ditemukan tewas di kamar kontrakannya di Jalan Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026).

Dia diduga dibunuh oleh mantan suami sirinya berinisial FD (49), warga negara Irak yang dikenalnya saat bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Keduanya diketahui telah menikah siri sejak 2019.

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), mengatakan, hubungan keduanya telah berakhir sejak awal Februari 2026 setelah korban ditalak cerai secara lisan.

"Sama mantan suaminya sudah ditalak secara omongan, dikira suaminya ini sudah pergi jauh, enggak tahunya dia pindah kontrakan di depan," kata Dian saat ditemui Kompas.com, di rumahnya, Minggu (22/3/2026).

Sebelumnya, pasangan tersebut sempat tinggal di kawasan Puncak, Bogor, sebelum akhirnya menetap di Cipayung.

Baca juga: Kecelakaan di Bingkulu Tanahlaut Renggut Nyawa Bocah SD, Polisi Dalami Keterangan Sopir Truk

Selama berumah tangga, Dian mengaku tidak pernah mendengar langsung adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Namun, Dian melihat adanya perubahan hubungan setelah korban mulai aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi, mungkin dia (pelaku) cemburu," ujar Dian.

Pelaku juga cenderung membatasi pergaulan korban dan memiliki karakter komunikasi yang keras.

Dian mengungkapkan, selama pernikahan, korban sempat mengalami tiga kali keguguran.

Dalam kondisi tersebut, pelaku disebut tidak mendampingi korban.

Tewas di kamar

Sebelum kejadian, warga sempat melihat pelaku dan korban terlibat cekcok pada Kamis (19/3/2026) malam.

Korban yang akrab disapa Anggi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur kamar kontrakannya.

"Kami melihatnya posisinya begitu (terlentang) dan ada luka di leher," kata Dian.

Dian berkomunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Dian mengaku sempat melintas di rumah korban sehari setelahnya, namun tidak menaruh curiga karena kondisi rumah tampak tertutup.

Ia menduga korban telah lama dipantau oleh pelaku sebelum kejadian.

Aksi pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Di rekaman CCTV, pelaku terlihat mondar-mandir sebelum melancarkan aksinya.

"Tersangka sempat bolak-balik mantau pakai motor, di atas jam dua belas itu dia balik lagi bawa karpet, gagang pacul, sama lakban," kata Dian.

Pelaku terlihat datang sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam dan keluar sekitar pukul 00.09 WIB.

"Pas keluar bajunya sudah beda," ujar Dian.

Pisau yang diduga digunakan dalam aksi tersebut sempat disembunyikan di kontrakan pelaku sebelum akhirnya ditemukan.

Di mata keluarga, korban dikenal sebagai pribadi yang baik, penurut, dan mudah mengalah.

"Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah, soalnya kadang kalau kita omelin atau sindir-sindir, dia cuma nyengir saja, murah senyum orangnya," kata Dian.

Korban juga dikenal sangat menyayangi anak-anak, terutama keponakan di lingkungan keluarga.

Pelaku ditangkap

"Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering," kata Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy.

Pelaku ditangkap saat akan kabur di ruas tol menuju Merak, pada Sabtu (21/3/2026).

Penangkapan dilakukan setelah petugas melacak keberadaan pelaku yang sempat berada di kawasan Puncak, Bogor.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Edi Handoko mengatakan, pelaku sempat bergerak menuju Bandara Soekarno-Hatta sebelum akhirnya ditangkap di jalan tol.

"Diduga tujuannya melarikan diri, FD ini statusnya masih WNA, bahasa Indonesia belum lancar," kata Edi.

Saat ini pelaku telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

(Banjarmasinpost.co.id/WartaKotalive.com/kompas.com)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.