BANGKAPOS.COM -- Perdana main aplikasi Threads, Jessica Wongso justru menuai hujatan negatif soal masa lalunya.
Tak disangka, komentar para warganet masih mengaitkan dirinya dengan kasus sianida yang terjadi beberapa tahun silam.
Tampaknya banyak pengguna yang penasaran dengan kasus tersebut.
Namun, tak lama setelah mulai aktif dan sempat membagikan beberapa unggahan, akun tersebut justru cepat menghilang.
Baca juga: Ko’Skap Coffee, dari Motor Gerobak Kini Jadi Usaha Kopi Kekinian di Pangkalpinang
"Hi, caranya pakai Threads ini gimana? Fungsinya untuk apa ya?" tanya Jessica dikutip dari postingan Threads-nya yang kini sudah tak ada.
Unggahan sederhana tersebut langsung memicu interaksi cepat dari pengguna lain. Dalam waktu singkat, kolom komentar dipenuhi berbagai tanggapan, mulai dari yang sekadar menyapa hingga yang mengungkit masa lalu.
Sebagian warganet bahkan secara terang-terangan menyinggung kembali kasus lama yang pernah menyeret namanya.
"Jess singkat saja, kamu bukan yang nuangin sianida?" tanya salah satu akun, dianadarrendubois.
Menanggapi beragam komentar itu, Jessica sempat memberikan sejumlah respons melalui unggahan lanjutan. Gaya tulisannya terlihat sebagai reaksi atas berbagai pertanyaan, sindiran, hingga candaan yang ditujukan kepadanya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaannya di Threads bukanlah hal baru, melainkan akun lama yang sebelumnya jarang digunakan.
"Yang bilang aku di sini (Threads) udah lama tapi masih nanya: dulu install iseng dan kayaknya pernah pakai sekali tapi enggak ngerti. Selebihnya auto upload dari Instagram," tulisnya.
Selain memberi klarifikasi, Jessica juga tampak menanggapi komentar dengan berbagai nada, mulai dari santai hingga menyinggung langsung pertanyaan warganet.
"Yang takut diajak ngopi: ga mungkin walau dunia ini kiamat sekalipun.
Yang nanya soal masa lalu: biarlah imajinasimu yang berkarya, kalian semua suka ngayal kan?"
Di bagian lain, ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sebagian respons pengguna yang dinilai kurang bijak.
"Yang welcome ramah: thank you ya, tapi aku quit aja deh. Di sini banyak enggak pakai otak dan hati yang dikasih tuhan. Enggak ada fungsinya di hidup aku ternyata.
Happy yapping, inget karma."
Tak lama setelah pernyataan tersebut beredar, akun Threads milik Jessica diketahui sudah tidak dapat diakses lagi. Meski demikian, tangkapan layar dari unggahan-unggahannya sudah lebih dulu tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Kemunculan singkat ini kembali mengingatkan publik pada kasus kopi sianida yang pernah menghebohkan Indonesia beberapa tahun lalu.
Pada delapan tahun lalu, kejadian pembunuhan ini menjadi kasus paling kontroversial.
Perjalanan kasus ini dimulai ketika empat orang yang berteman sejak kuliah di Billy Blue College, Australia, memiliki rencana untuk bertemu di Indonesia.
Mereka adalah Mirna, Jessica, Hani Boon Juwita, dan Vera.
Pertemuan Jessica dan Mirna dan satu orang temannya berlangsung di Kafe Olivier, Grand Indonesia (GI), Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 6 Januari 2016.
Namun, Vera tidak ikut dalam pertemuan itu, tetapi tak dijelaskan alasannya.
Dengan demikian, namanya tak banyak disebut dalam kasus ini.
Pada pertemuan itu, Jessica datang ke Oliver lebih awal.
Ia tiba pukul 16.00 WIB dengan alasan untuk menghindari aturan 3 in 1 di Jakarta.
Jessica kemudian berinisiatif memesan es kopi vietnam dan dua cocktail.
Es kopi vietnam itu sengaja dipesan untuk Mirna.
Jessica kemudian menunggu kedua temannya, Mirna dan Hani di meja 54 dengan pesanan minuman yang sudah dihidangkan.
Sementara Mirna tiba bersama Hani.
Tak lama setelah bertegur sapa, Mirna langsung meminum es kopi vietnam dan kejang-kejang.
Mirna kemudian meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Abdi Waluyo.
Polisi yang menyelidiki kasus ini, menemukan kandungan zat sianida di dalam tubuh Mirna.
Hasil penyelidikan itu diumumkan polisi pada 16 Januari 20216.
Mirna disebut diduga meninggal karena keracunan.
Oleh karena itu, polisi meningkatkan penyelidikannya menjadi penyidikan.
Peningkatan status tersebut lantaran diduga ada tindak pidana dalam kematian Mirna.
Namun, polisi ketika itu belum menetapkan tersangka.
Setelah melakukan proses penyidikan yang panjang, pada 29 Januari 2016, polisi akhirnya menetapkan tersangka.
Sosok Jessica ditetapkan sebagai tersangka terkait kematian Mirna.
(TribunTrends/TribunJakarta/Bangka Pos)