TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah sempat lama menjadi perbincangan, kehadiran Sheila On 7 akhirnya dikonfirmasi tampil di festival musik Poliponi yang berlangsung pada 4 Juli 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali.
Kepastian ini sekaligus menjawab kerinduan para penggemar band legendaris asal Yogyakarta tersebut untuk kembali menyaksikan penampilan mereka di Pulau Dewata.
Pasalnya mereka sudah cukup lama tidak tampil di sana.
"Kita selalu berusaha untuk bisa ke Bali. Bali juga selama ini menjadi pulau yang rutin kami datangi," kata Adam saat jumpa pers dikutip Jumat (17/4/2026).
"Kami sudah sangat tidak sabar untuk kembali ke Bali. Kali ini kami berjodoh dengan Letralive (promotor). Mudah-mudahan dilancarkan semua," lanjutnya.
Terkait kemungkinan konser ini menjadi ajang pertemuan lintas generasi, Adam menegaskan Sheila On 7 tidak pernah membatasi siapa pendengar musik mereka.
Baik generasi Z, milenial, maupun kalangan lainnya dapat menikmati karya-karya mereka tanpa sekat.
"Musik milik semua orang. Baik pemainnya, industrinya. Apa pun variabelnya. Bisa jadi penyelenggara, musisi. Saya juga menjadi penonton untuk musik yang saya suka," ujar Adam.
"Selalu menyenangkan bagi Sheila On 7 untuk bisa kembali hadir lebih dekat dengan para penggemar, termasuk di Bali yang memiliki energi audiens yang khas," tambahnya.
Konser tersebut mengusung tagline 'Si Paling Konser', yang tidak hanya berfungsi sebagai identitas komunikasi, tetapi juga mencerminkan semangat yang ingin dihadirkan dalam acara ini.
Letralive sebagai promotor merupakan hasil kolaborasi antara Thunder Production dan Sky Entertainment.
Direktur Operasional Letralive, Radita Kus Hartono, menjelaskan Poliponi menjadi langkah awal untuk menghadirkan konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga unggul dalam eksekusi, tertata dalam pengelolaan, serta tetap relevan dengan perkembangan industri.
"Bali menjadi momentum penting bagi kami untuk memperluas semangat tersebut kepada publik yang lebih luas," jelas Radita Kus.
Dalam memperkuat konsep kreatif, Letralive turut menggandeng Ari Wulu sebagai Creative Director.
Sebagai musisi, produser, sekaligus pelaku seni pertunjukan, keterlibatan Ari Wulu dinilai mampu mempertegas visi Letralive dalam menghadirkan konser yang tidak hanya solid secara produksi, tetapi juga memiliki karakter kreatif yang kuat.
"Untuk Poliponi Bali, kami menaruh perhatian besar pada keseluruhan pengalaman audiens," ungkap Direktur Kreatif Poliponi, Ari Wulu.
"Jadi bukan hanya soal pertunjukannya nanti, tetapi juga bagaimana penonton datang, masuk ke venue, menikmati konser, hingga pulang dengan pengalaman yang tetap nyaman," imbuhnya.
Sebelum digelar di Bali, festival konser Poliponi terlebih dahulu akan hadir di Malang pada 20 Juni 2026.
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)