TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Usai meninjau jembatan rusak di Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Kalimantan Utara, dalam waktu dekat Komisi III DPRD Tarakan akan mengagendakan melakukan pertemuan bersama Kodaeral XIII.
Ini dilakukan lantaran pembangunan jembatan terkendala di persoalan perizinan dimana wilayah Pantai Amal merupakan wilayah kepemilikan atau kekuasaan TNI AL dalam hal ini Kodaeral XIII.
Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana didampingi Anggota Komisi III DPRD Tarakan, Dapot Sinaga, Asrin R Saleh dan Ratna membeberkan, jembatan yang ada di perbatasan RT 7 dan RT 15 ini sudah lama dikeluhkan warga. Diakui Randy, jembatan ini sudah berlarut-larut persoalannya. Pemerintah dan DPRD bukannya menutup mata melainkan memang kendala ada di kepemilikan lahan.
"Permasalahannya memang terkait masih ada yang tidak sinkron)ah terkait kepemilikan lahan ini. Makanya mungkin ketika diusulkan perbaikan tertolak," ubgkap Randy Ramdhana.
Baca juga: Cerita Ketua RT 7 Pantai Amal Tarakan, Tiap 6 Bulan Sekali Jembatan Rusak dan Warga Selalu Urunan
Menurutnya, jembatan itu pada dasarnya digunakan oleh masyarakat banyak. Sehingga ke depan pihaknya berupaya berjuang.
"Bagi kami ini perlu mungkin nanti untuk berjuanglah. Saya coba nanti saya komunikasi dengan pihak Koderal XIII dalam hal ini mungkin Pak Komandan mungkin dalam waktu dekat kami dari DPRD akan melakukan silaturahmi mungkin ke sana," beber Randy.
Lebih lanjut ia menjelaskan lagi bahwa persoalannya berdasarkan informasi dihimpun, terkendala di perizinan. Namun pihaknya belum bisa memastikan sehingga harus melakukan silaturahmi dulu ke Kodaeral XIII.
"Kami mau silaturahmi dulu," ungkapnya.
Disinggung dari sisi penganggaran, lanjut Randy sebenarnya kemarin di 2025 bahkan sudah pernah dianggarkan.
Baca juga: Breaking News Dua Jembatan Rusak di Binalatung Dikunjungi DPRD Tarakan, Warga Berharap Diperbaiki
"Tapi karena tidak diizinkan sehingga tidak jadi dibangun. Kan sayang. Toh kalau kita berpikir positifnya, siapapun dia juga menggunakan jembatan ini dari pihak masyarakat Kota Tarakan, dari pemerintah, dari mungkin Koderal itu sendiri," bebernya.
Apalagi jalan tersebut merupakan akses utama menuju ujung Binalatung. Bahkan jalan ini menghubungkan ke Kelurahan Juata. " Jalan ini tembus ke ringroad sampai kembali ke Juata. Jadi ini bisa keliling," bebernya.
Dari sisi penganggaran kebutuhan membangun jembatan lanjutnya, dulu sudah pernah hampir dibangun.
"Cuma karena tidak dapat izin akhirnya dialihkan. Saya tanya tadi kurang lebih Rp2 miliar kebutuhan," ujarnya.
Jika dengan kondisi keuangan saat ini, untuk Rp2 miliar perlu dikomunikasikan lagi.
"Komunikasi dulu. Kalau saya sih sebelum dianggarkan, takutnya nanti ketika dianggarkan, tidak jadi lagi kan sayang. Apalagi kita kondisi saat ini lagi sulit anggaran ya. Transfer daerah dipotong. Kita pun dari APBD kecil. Jadi memang lebih baik komunikasi dulu. Ketika dari beliau (Kodaeral) sudah memberikan kita lampu hijau untuk membangun, baru dianggarkan," ujarnya.
Tapi itu di pimpinan yang lama. Dan pimpinan terus berganti. Sehingga ke depan ketika sudah ada pertemuan dan diupayakan ada notulensi rapat.
Untuk realisasi rencana melakukan silaturahmi ke Kodaeral XIII, nanti pihaknya masih harus berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Tarakan, Muhammad Yunus kemudian bersama anggota Komisi III DPRD Tarakan.
"Nanti kita agendakan kapan bisa silaturahmi bareng-bareng," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah