RRI Masuk Sekolah, Dorong Pelajar SMASK Syuradikara Ende Beretika Pancasilais di Era Digital
Nofri Fuka April 17, 2026 05:39 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - SMA Swasta Katolik Syuradikara berkolaborasi dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Ende menggelar talk show bertema “Menjadi Generasi Pancasila di Tengah Era Digital” pada Jumat (17/4/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di Naungan Hijau Satu, dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA ini menjadi ruang refleksi sekaligus edukasi bagi para siswa dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Kepala SMA Swasta Katolik Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu, SVD, dalam sambutannya menekankan pentingnya tanggung jawab dalam setiap tindakan, khususnya dalam penggunaan media sosial.

Ia mengajak para siswa untuk terus merefleksikan perilaku di ruang digital agar tetap selaras dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

 

Baca juga: Anak-Anak Korban Pengusuran Lahan di Ndao Ende Curhat Sekolah Biaya dari Mana ?

 

 

“Nilai-nilai Pancasila sering kali diabaikan, padahal hal itu menjadi dasar dalam membentuk karakter dan etika, termasuk dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala RRI Ende, Robinhod Simbolon, menjelaskan program RRI Masuk Sekolah merupakan bentuk komitmen lembaganya dalam menyuarakan keresahan masyarakat, terutama terkait lunturnya nilai persatuan, cinta tanah air, dan pengamalan Pancasila di kalangan generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai yang disosialisasikan dapat mengakar kuat, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Terwujudnya Indonesia Emas 

Ia menambahkan, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya RRI dalam menyampaikan visi dan misinya untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas di masa depan.

Sementara itu, Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ende, Hermanus M. Sigasare, menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang perlu disikapi secara bijaksana. Menurutnya, kemajuan teknologi seperti komputasi awan (cloud computing) membuat arus informasi semakin cepat dan luas.

“Di tengah kemajuan ini, penting bagi kita untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila, salah satunya dengan tidak menyebarkan hoaks,” tegasnya.

Konten kreator lokal, Dominikus Dao yang dikenal dengan nama pena Koko Dony, turut memberikan perspektif dari dunia kreatif digital. 

Ia mengajak para siswa untuk menjadi agen penyebar nilai-nilai positif melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

“Banyak konten yang tidak mendidik justru diminati. Karena itu, kita harus hadir sebagai pembuat konten yang membawa pesan positif dan mencerminkan nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kesadaran kritis siswa dalam menggunakan media sosial secara bijak, serta menjadikan mereka generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga beretika dan berkarakter Pancasila. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.