PROHABA.CO, SUBULUSSALAM - Fenomena alam menarik terjadi di kawasan objek wisata Kolam Ratu Lembong, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.
Sebuah bunga bangkai tiba-tiba muncul dan mekar di area tersebut, sehingga langsung menjadi perhatian warga dan para pengunjung.
Tumbuhan dengan nama latin Amorphophallus paeoniifolius ini dikenal sebagai tanaman herba berumbi besar yang mengeluarkan aroma menyengat khas.
Meski baunya tidak sedap, kehadiran bunga bangkai justru memicu rasa penasaran masyarakat.
Dalam waktu singkat, warga sekitar hingga wisatawan mulai berdatangan untuk melihat langsung fenomena langka tersebut dari jarak dekat.
Tak hanya masyarakat umum, aparat desa setempat juga turut datang ke lokasi setelah mendapatkan informasi mengenai kemunculan bunga tersebut.
Mereka ingin memastikan kondisi tanaman sekaligus melihat potensi yang bisa dikembangkan dari keberadaannya.
Owner Kolam Ratu Lembong, T Raja Harisul Azzhar, MA, mengaku kemunculan bunga bangkai ini terjadi secara tiba-tiba dan di luar perkiraan.
Baca juga: Akademisi UIN Ar-Raniry Soroti Fenomena Selebgram Lelaki Feminin di Aceh
Baca juga: Ilmu di Balik Wangi Harum Mawar, Rahasia yang Terungkap Bunga Favorit Dunia
Ia menyebutkan bahwa kejadian ini menjadi kejutan tersendiri bagi pengelola maupun pengunjung yang sedang berada di lokasi.
“Kemunculan bunga bangkai ini membuat para pengunjung kaget sekaligus penasaran.
Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyampaikan informasi ini agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurut Raja, keberadaan bunga bangkai ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Selain menarik minat pengunjung, fenomena ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya dalam mengenal keanekaragaman hayati yang ada di daerah tersebut.
Pemerintah desa diharapkan dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga dan melestarikan tanaman tersebut.
Upaya perlindungan dinilai penting agar bunga bangkai tetap aman dari gangguan serta bisa dimanfaatkan lebih lanjut, baik untuk kepentingan penelitian maupun sebagai objek wisata edukasi yang bernilai tinggi.
(Serambinews.com/Dede Rosadi)
Baca juga: Rumah dan Dua Sepmor Ludes Terbakar di Gampong Ilie Banda Aceh, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
Baca juga: Manfaat dan Keajaiban Minyak Zaitun untuk Kesehatan, Mitos atau Fakta?
Baca juga: Kejagung Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto jadi Tersangka Kasus Suap Nikel, Langsung Ditahan