Satu dari Tiga Pekerja Berisiko Alami Penyakit Tidak Menular, Ini Penyebabnya
willy Widianto April 17, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Rutinitas padat sering membuat banyak pekerja merasa tetap sehat selama belum mengalami gejala. Padahal, di balik deadline, rapat tanpa jeda, hingga pola tidur yang tidak teratur, risiko penyakit bisa berkembang tanpa disadari.

Baca juga: Hasil Cek Kesehatan Gratis, 7 Juta Warga RI Berat Badan Berlebih, Alarm Penyakit Tidak Menular

Gaya hidup sedentari tersebut kini semakin umum, ditandai dengan duduk berjam-jam, minim aktivitas fisik, dan tingkat stres yang tinggi. Pola ini meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, hingga gangguan jantung yang kerap baru terdeteksi saat kondisi sudah mengganggu aktivitas.

Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. R.A. Adaninggar Primadia Nariswari, SpPD, mengingatkan bahwa banyak penyakit berkembang tanpa gejala awal.“Seseorang bisa merasa sehat, padahal proses penyakit tetap berjalan. Tidak perlu menunggu gejala untuk melakukan pemeriksaan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar satu dari tiga pekerja aktif memiliki risiko penyakit tidak menular akibat pola hidup tidak sehat. Kondisi ini menegaskan bahwa risiko tidak hanya mengintai kelompok usia lanjut, tetapi juga usia produktif.

Salah satu langkah penting untuk mengantisipasi risiko tersebut adalah melalui pemeriksaan kesehatan berkala atau medical check up (MCU). Pemeriksaan ini umumnya mencakup tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga evaluasi fungsi organ sesuai kebutuhan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Alius Cahyadi, Sp.PD, FPCP, FINASIM, menjelaskan bahwa banyak penyakit tidak menular tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. “Sebagian pasien baru datang ketika keluhan mulai terasa, padahal faktor risiko seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol sudah bisa terdeteksi lebih awal. Dengan MCU, kondisi kesehatan dapat dievaluasi sejak dini sehingga penanganan bisa lebih optimal,” jelasnya.

Dokter yang praktek di Bethsaida Hospital Gading Serpong ini menegaskan, MCU tidak hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki keluhan, tetapi juga bagi individu yang merasa sehat, setidaknya satu kali dalam setahun.

Baca juga: Prevalensi Penyakit Tidak Menular Meningkat, Penguatan Sistem Deteksi Dini Harus Terus Dilakukan

Dengan begitu, potensi risiko dapat diidentifikasi lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Meski sering tanpa gejala, tubuh sebenarnya kerap memberikan sinyal awal yang sering diabaikan, seperti mudah lelah, sakit kepala berulang, nyeri dada ringan, atau napas yang terasa lebih pendek saat beraktivitas. 

"Karena keluhan tersebut masih tergolong ringan, banyak pekerja menunda pemeriksaan selama tubuh masih terasa kuat,” katanya.

Padahal, jika diperiksa lebih lanjut gejala tersebut bisa menjadi indikasi awal gangguan kesehatan yang memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat sebelum berdampak pada produktivitas maupun kualitas hidup.

Selain pemeriksaan rutin, perlindungan kesehatan juga dapat diperkuat melalui langkah preventif lain, terutama bagi pekerja dengan mobilitas tinggi. Salah satunya melalui vaksinasi, seperti influenza, pneumokokus, dengue, tifoid, hepatitis, hingga HPV.

Baca juga: Bersama Kurangi Beban Penyakit Tidak Menular

Kombinasi pemeriksaan berkala dan vaksinasi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan di tengah tuntutan kerja. Dengan deteksi dini, risiko penyakit dapat dikendalikan lebih cepat sehingga aktivitas tetap berjalan optimal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.