TRIBUNPADANG.COM, PADANG PANJANG - Kecelakaan minibus yang terjun ke dalam jurang di kawasan Jalan Padang–Bukittinggi, tepatnya di Nagari Kandang Ampek, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (17/4/2026), menyisakan cerita pilu dari para korban.
Salah seorang korban selamat, Lian Wahyu Saputra, menuturkan detik-detik mencekam yang dialaminya saat kecelakaan terjadi. Mahasiswa Universitas Andalas (Unand) itu mengaku tidak menyangka perjalanan yang ia tempuh untuk kembali kuliah justru berujung petaka.
Lian menceritakan, sebelum kejadian dirinya sempat makan di kawasan Kelok Sembilan sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan sambil belajar karena keesokan harinya dijadwalkan mengikuti ujian.
“Karena saya mahasiswa, besok ujian, saya belajar sambil menghafal. Tapi kemudian saya tertidur,” ujarnya.
Dalam kondisi tertidur, Lian tiba-tiba terbangun saat mobil yang ditumpanginya sudah dalam keadaan tidak terkendali.
Baca juga: Kondisi Korban Kecelakaan di Lembah Anai: 4 Dirawat, 1 Dirujuk ke Padang, 2 Sudah Pulang
“Tiba-tiba saya bangun, mobil sudah berputar-putar. Setelah itu saya tidak sadar,” katanya.
Ia baru kembali sadar sesaat ketika dirinya sudah berada di luar kendaraan dan tengah ditolong oleh seseorang.
“Saya sempat sadar sebentar saat digotong, tapi tidak tahu siapa yang menolong. Setelah itu saya dinaikkan ke mobil pickup dan dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Lian mengaku, ia tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal kecelakaan terjadi. Ia hanya menyadari kendaraan sudah dalam kondisi terguling.
“Tahunya sudah berguling saja. Tidak menyangka, karena biasanya kalau naik travel tidak pernah mengalami kejadian seperti ini,” ujarnya.
Baca juga: Mata Pencaharian yang Terkubur: Menagih Janji Pemulihan Ekonomi di Batu Busuk Padang
Menurutnya, kondisi tertidur justru membuat dirinya tidak terlalu mengingat detail kejadian yang berpotensi menimbulkan trauma mendalam.
“Mungkin untungnya saya tertidur, jadi tidak terlalu mengingat kejadian itu,” tambahnya.
Saat proses evakuasi, Lian sempat kembali tidak sadarkan diri. Ia baru merasakan sakit hebat setelah tersadar ketika wajahnya dibersihkan.
“Waktu itu tangan saya sakit, ternyata sudah bengkok. Wajah juga penuh darah, dibersihkan pakai alkohol terasa sangat perih. Di situ saya sadar betapa sakitnya kondisi saya,” jelasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, Lian mengalami luka cukup serius. Ia menyebutkan kepalanya mengalami luka robek dan tangannya patah.
“Kepala saya luka dan harus dijahit. Tangan patah, kata dokter nanti akan dipasang pen selama dua bulan. Kemungkinan saya juga akan menjalani operasi,” katanya
Baca juga: Update Kondisi Korban Kecelakaan di Lembah Anai, Sopir Luka Robek di Kepala dan Belum Bisa Bicara
Lian diketahui merupakan mahasiswa asal Rokan Hilir, Provinsi Riau. Ia tengah dalam perjalanan menuju Padang untuk mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) di kampusnya.
Sebelum kejadian, ia sempat mengikuti kegiatan wawancara Duta Bahasa di Balai Bahasa Riau, usai menyelesaikan ujian di kampus.
Dalam ceritanya, Lian juga mengungkapkan adanya kekhawatiran terkait cara mengemudi sopir travel yang dinilai cukup kencang.
“Penumpang lain sempat mengingatkan sopir untuk pelan. Katanya sopir ingin mengejar target perjalanan pulang-pergi Padang–Pekanbaru,” ujarnya.
Meski demikian, Lian memilih mengambil hikmah dari peristiwa yang dialaminya.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Gelar Pasar Murah di Padang, Warga Tebus Sembako Murah Hanya Rp30 Ribu
“Mungkin ini teguran dari Allah SWT, saya coba ambil hikmahnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada kedua orang tuanya yang telah mengetahui kondisinya saat ini.
“Untuk ibu dan ayah, maaf sudah membuat khawatir. Mohon doanya semoga operasi saya berjalan lancar,” tutupnya.
Pihak RS Ibnu Sina Yarsi dan RSUD Padang Panjang mengungkap data terbaru mengenai kondisi korban kecelakaan di Lembah Anai yang jatuh ke jurang pada Jumat (17/4/2026).
Peristiwa yang menimpa minibus di Jalan Padang–Bukittinggi, Nagari Kandang Ampek, Kabupaten Padang Pariaman ini mengakibatkan tujuh orang harus dilarikan ke instalasi gawat darurat.
Dokter RS Ibnu Sina Yarsi Padang Panjang, dr. Zhafran menyebut pihaknya saat ini menangani empat orang yang menjadi kondisi korban kecelakaan di Lembah Anai.
Keempat pasien tersebut saat ini masih menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tim medis untuk memantau perkembangan kesehatan mereka.
"Kalau korban yang diantarin kesini sebanyak empat orang, keempatnya saat ini sedang dirawat," katanya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, satu orang korban mengalami patah tulang tangan dan luka robek di bagian kepala. Kemudian dua orang korban lainnya mengalami diskolasi pada bagian bahu.
Baca juga: Dihantam Cedera Pemain, Semen Padang FC Tetap Optimistis Hadapi Persijap Jepara
Kemudian, satu orang korban lainnya yaitu si supir yang mengalami robek di bagian kepala cukup lebar. Namun, supir tersebut belum bisa diajak berkomunikasi.
"Kondisinya cukup stabil, kondisi vitalnya normal, tapi kita belum bisa memaksakan untuk berbicara, jadi untuk jaga-jaga," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang dokter jaga di IGD RSUD Padang Panjang, dr. Fani, mengatakan bahwa korban yang dirawat di RSUD Padang Panjang yaitu sebanyak tiga orang, dengan rincian dua perempuan dan satu pria.
"Kalau korban kecelakaan yang dirawat disini ada tiga orang, satu pria, dua wanita," katanya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, dua orang korban wanita tersebut hanya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang.
Baca juga: Semen Padang FC Jamu Persijap Jepara, Imran Nahumarury Minta Pemain Kerja Keras di Haji Agus Salim
Namun, satu orang korban yang pria terpaksa dirujuk ke Kota Padang karena mengalami patah tulang pada bagian bahu dan dada.
"Kalau yang ibu-ibu hanya luka ringan dan sudah kita perbolehkan pulang. Tapi kalau yang laki-laki dirujuk ke Padang karena ada patah tulang bahu sama dada, dirujuk ke RS Unand," jelasnya.
Kondisi jalan di lokasi kecelakaan minibus yang terjun ke jurang di Jalan Padang–Bukittinggi, tepatnya di Nagari Kandang Ampek, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (17/4/2026) dini hari, dinilai memprihatinkan.
Dari pantauan TribunPadang.com di lokasi kejadian sekitar pukul 11.30 WIB, pagar pengaman jalan (guardrail) di kawasan tersebut dinilai tidak memadai untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara.
Guardrail atau pagar pengaman jalan yang berada tepat di tepi jurang itu memiliki lebar hanya sekitar 30 hingga 50 sentimeter dengan tinggi berkisar 30 hingga 40 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.
Kondisinya juga tampak mengusam dan tidak dilengkapi dengan penerangan tambahan atau rambu penunjang lainnya.
Baca juga: Dishub Tanah Datar Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Batusangkar Mulai 19 April, Ini Jalur yang Berubah
Selain itu, penerangan di sekitar lokasi juga sangat minim. Hanya terdapat satu lampu tenaga surya yang berada di dekat tugu Semen Padang dengan jarak sekitar 20 hingga 30 meter dari titik kecelakaan.
Kondisi jalan yang berbelok tajam turut menambah tingkat kerawanan, terutama bagi pengendara yang datang dari arah Padang Panjang.
Sebelum tiba di lokasi, jalan menanjak dan langsung diikuti tikungan tajam ke kanan, sehingga jarak pandang pengendara menjadi terbatas, terlebih pada malam hari.
Pasca kejadian, sebagian guardrail di lokasi tampak rusak. Kendaraan yang terlibat kecelakaan masih berada di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 40 hingga 50 meter, di tepi sungai dalam kondisi terbalik. Sebagian bodi mobil terlihat tersangkut di semak belukar.
Kemudian untuk korban kecelakaan sudah dievakuasi oleh petugas gabungan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Baca juga: Identitas Enam Korban Avanza Masuk Jurang di Lembah Anai, Sopir Asal Pekanbaru Luka Berat
Sejumlah warga masih terlihat berdatangan dan berhenti di sekitar lokasi untuk melihat kondisi terkini.
Sementara itu, petugas sudah tidak lagi berjaga di lokasi karena seluruh korban telah dievakuasi, meski kendaraan dan beberapa puing masih tertinggal.
Salah seorang warga sekitar, Syahrul, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Ia baru menyadari adanya kecelakaan setelah melihat keramaian di lokasi.
“Kalau bagaimana kejadiannya saya tidak tahu, saya masih tidur. Saya tahunya orang sudah ramai saja. Saya juga hanya melihat sebentar, setelah itu kembali ke warung,” ujarnya.
Ia menambahkan, kecelakaan di lokasi tersebut tergolong jarang terjadi.
Baca juga: Mobil Travel Masuk Jurang di Lembah Anai, Sopir Luka Berat dan Lima Penumpang Luka Ringan
“Kalau di sini tidak terlalu sering kecelakaan, bisa dikatakan jarang,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Fatma, pemilik warung di sekitar lokasi. Ia juga tidak mengetahui detail kejadian karena tidak berada di tempat saat malam hari.
“Tidak tahu saya bagaimana kejadiannya, saya tidak tidur di warung. Warung ini kosong kalau malam, tidak ada yang jaga,” ujarnya.
"Kalau bisa memang ditambah penerangan, supaya lebih jelas jalannya," pungkasnya. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)