- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon, meskipun gencatan senjata telah mulai berlaku.
Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus mempertahankan "zona keamanan yang diperluas" yang membentang dari Laut Mediterania hingga ke perbatasan Suriah.
"Kami tetap berada di Lebanon," ujar Netanyahu dalam pidatonya, Kamis (16/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu juga mengungkapkan penolakannya terhadap dua syarat gencatan senjata yang sebelumnya diajukan oleh Hizbullah, yaitu penarikan pasukan Israel dan tuntutan kesepakatan damai.
"Saya tidak menyetujui keduanya, dan memang kedua syarat ini tidak dilaksanakan," tegasnya.
Netanyahu mengklaim bahwa posisi Israel saat ini jauh lebih kuat setelah berhasil melemahkan kekuatan Hizbullah secara signifikan melalui operasi militer yang dilakukan. Ia menyebut zona keamanan yang sekarang dikuasai Israel berbeda dengan kehadiran terbatas yang ada sebelum operasi "Lion's Roar".
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa situasi di lapangan telah berubah secara mendasar. Netanyahu mengklaim Lebanon telah menghubungi pihak terkait untuk melakukan pembicaraan perdamaian langsung, serta menyinggung rencana Presiden Trump untuk memajukan kesepakatan perdamaian bersejarah.
Pernyataan ini muncul di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimulai pada Jumat tengah malam waktu setempat (16 April pukul 21.00 GMT).