TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah kisah Rica, bocah yang berusaha lindungi adiknya dari angin puting beliung.
Kaki Rica tertimpa reruntuhan saat ia mendekap erat tubuh sang adik.
Rica dan adiknya, Algazi, dua bocah merupakan korban terjangan angin puting beliung pada Rabu (15/4/2026) di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan.
Baca juga: Istri Jadi Korban Penganiayaan seusai Perselingkuhan Suami Terbongkar, Anak Alami Gangguan Mental
Keduanya merupakan warga Jalan Kerengak, Perumahan Beverly Hills, RT 06, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Beruntung Rica dan Algazi ini selamat dari maut.
Agus, ayah korban, menyebutkan bahwa keluarganya baru tiga bulan menempati rumah tersebut sejak akad kredit.
Ia mengaku setiap ada angin kencang, atap rumahnya memang sering berbunyi, namun ia tidak menaruh curiga.
Baca juga: MOMEN Polisi dan ASN Selingkuh Digerebek Keluarga, Kedapatan Berduaan dalam Rumah Kontrakan
"Memang kalau angin kencang selalu bunyi krak-krak, tapi tidak kami hiraukan karena kami kira biasa saja, apalagi rumah ini masih baru," ungkap Agus.
Puncaknya, saat sedang bekerja, Agus mendapat kabar dari tetangga bahwa kedua anaknya dilarikan ke rumah sakit.
"Dapat kabar langsung pulang dan menuju rumah sakit. Alhamdulillah, hanya luka-luka ringan," ujarnya.
Untuk sementara, karena kondisi rumah rusak parah, Agus dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.
Ia berharap pihak pengembang segera memperbaiki kerusakan tersebut. "Harapan kami segera diperbaiki karena rumah ini ingin kami tempati lagi," tambahnya.
Saat peristiwa terjadi, Rica berupaya melindungi adiknya dengan cara mendekapnya erat.
Akibatnya, kaki Rica terluka tertimpa reruntuhan, sementara sang adik mengalami luka di bagian kepala.
Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit dan telah diperbolehkan pulang pada malam harinya.
Baca juga: Korban Diberi Cek Kosong, Pemilik Perusahaan Larikan Uang Rekanan Jadi Tersangka
Mulyanda, ibu korban, mengungkapkan bahwa kedua anaknya mengalami trauma berat pascakejadian tersebut.
"Semalaman anak saya rewel. Setiap mendengar suara hujan, mereka langsung minta peluk karena ketakutan," cerita Mulyanda kepada Tribunsumsel.com, Kamis (16/4/2026).
Mulyanda menjelaskan, saat musibah terjadi, ia sedang menjemput dua adik Rica di rumah nenek mereka di Jalan Kenanga II.
"Posisi Rica dan Algazi saat itu sedang tiduran di ruang tamu menunggu kami pulang," ungkapnya.
Ketakutan kedua bocah tersebut berubah menjadi teriakan histeris minta tolong.
Beruntung, Wira, tetangga di depan rumah korban, mendengar suara benda jatuh dan melihat atap rumah tetangganya terbang terbawa angin.
Baca juga: Korban Diberi Cek Kosong, Pemilik Perusahaan Larikan Uang Rekanan Jadi Tersangka
"Terdengar suara berdegub, saya lihat atap rumah Pak Agus sudah ambruk. Spontan saya lari keluar karena mendengar jeritan minta tolong," timpal Wira.
Saat masuk ke dalam rumah, Wira mendapati Rica sedang merangkul adiknya dengan posisi kaki kanan tertimbun material bangunan.
"Kakaknya merangkul adiknya, tapi kakinya sudah tertimbun material bata," jelasnya.
Merespons kejadian ini, Fitri, perwakilan admin Perumahan Beverly Hills, menegaskan pihak pengembang akan bertanggung jawab penuh.
"Kami akan bertanggung jawab. Bangunan ini akan kami perbaiki kembali seperti semula, seperti saat awal mereka membeli," tegas Fitri.
(*/ Tribun-medan.com)