Perkeni: Aturan Nutri-Level Bantu Masyarakat Hitung Kalori untuk Cegah Diabetes
Febri Prasetyo April 18, 2026 12:32 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Umum PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof. Em. Yunir menilai penerapan nutri-level pada pangan olahan dan siap saji dapat memudahkan masyarakat menghitung kalori harian untuk mencegah diabetes.

Dengan konsep nutri-level, setiap produk makanan dan minuman dapat diberi penanda tingkat kandungan garam, gula dan lemak (GGL) sehingga mudah dipahami masyarakat.

Misalnya, wafer mungkin tergolong rendah kalori, tetapi ketika dikombinasikan dengan minuman manis ukuran besar dan makanan berat seperti mi instan dengan melengkap telur dan kornet, bisa menunjukkan asupan dengan kalori tinggi.

Melalui konsep nutri-level, masyarakat diharapkan tidak sulit mengenali apakah suatu produk tergolong tinggi gula, garam, atau lemak, tanpa harus menghitung secara rinci kandungan nutrisi satu per satu.

“Dengan nutri-level ini bisa membantu masyarakat dengan cepat memahami apakah suatu produk tinggi gula, garam, atau lemak,” kata Yunir saat ditemui di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/4).

Di sisi lain, pencantuman label gizi nutri-level perlu diperkuat dengan edukasi tentang membaca label gizi.

Menurutnya, pemahaman cara membaca label gizi membuat masyarakat lebih sadar terhadap jumlah kalori yang dikonsumsi sehari-hari.

“Label gizi membantu masyarakat mengetahui jumlah kalori dalam setiap makanan, namun sering kali asupan tidak disadari menjadi berlebihan. Kuncinya adalah edukasi,” tutur Yunir.

Dari pandangan medis, diabetes menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan beban pembiayaan yang tinggi di Indonesia.  Penyakit ini erat kaitannya dengan pola hidup, termasuk konsumsi gula berlebihan.

“Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh. Pasien perlu memahami pentingnya pola hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan. Edukasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan terapi. Dengan pengelolaan yang baik, pasien dapat tetap produktif,” paparnya.

Baca juga: Starbucks Hingga Mixue Jadi Sasaran Awal Penerapan Label Nutri Level, Ini Kata Kemenkes RI

Ia juga menambahkan bahwa pencegahan harus dimulai sejak dini, melalui peningkatan kesadaran terhadap faktor risiko dan pentingnya skrining rutin.

“Pencegahan diabetes tidak cukup hanya dengan mengurangi gula, tetapi juga dimulai dari kesadaran sederhana menghitung asupan kalori harian,” ujar dia.

Respons Industri

Di tahap awal, aturan nutri-level masih bersifat sukarela. Pemerintah baik dari pihak BPOM dan Kemenkes terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak industri.

Dari sisi industri, Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Mulia Lie menyatakan aturan ini bukan aturan yang sulit untuk diterapkan.

Pihaknya mengapresiasi aturan ini karena sejalan dengan visi misi perusahaan untuk mendukung pengendalian penyakit tidak menular seperti diabetes melalui solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami senang sekali setelah pemerintah meluncurkan program ini untuk mengedukasi. Karena bagi kami promotif, preventif lebih baik daripada kuratif,” kata dia di tempat yang sama.

Pihaknya akan segera menerapkan aturan ini setelah kemasan yang tersedia sekarang dihabiskan.

“Tentunya kami habiskan dulu packaging yang ada tapi ke depan, kami segera mengikuti aturan pemerintah. Aturan ini tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Mulia Lie.

Apa Itu Nutri-Level?

Nutri-level adalah sistem pelabelan gizi yang akan diterapkan untuk membantu masyarakat memilih produk makanan atau minuman yang lebih sehat yang merujuk pada kandungan GGL.

Pencantuman nutri-level ini didasari pernyataan mandiri pelaku usaha terhadap kandungan GGL dari hasil pengujian laboratorium pemerintah atau laboratorium lain yang terakreditasi.

Nutri Level yang dimaksud terdiri empat level sebagai berikut.

  • Level A berupa kombinasi huruf A dengan warna hijau tua.
  • Level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda.
  • Level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning.
  • Level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.