TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang menyimpan obat tetes mata di rumah “untuk jaga-jaga”. Namun, mereka sering luput soal masa pakai obat setelah dibuka.
Padahal, penggunaan obat mata yang sudah terlalu lama dibuka bisa meningkatkan risiko infeksi.
Dokter spesialis mata dari Eka Hospital Permata Hijau, dr. Dearaini, Sp.M, mengingatkan bahwa obat tetes mata tidak bisa dipakai sembarangan dalam jangka panjang.
“Kalau yang botol itu cuman sebulan,” kata Dearaini saat media briefing di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).
Setelah dibuka, obat tetes mata berisiko terkontaminasi bakteri dari udara maupun penggunaan.
Meski obat masih terlihat bersih, kualitasnya sudah tidak sama seperti saat pertama kali dibuka.
Inilah hal yang sering tidak disadari banyak orang.
Tak hanya botol, jenis kemasan lain juga punya batas penggunaan berbeda.
Baca juga: Apakah Tetes Mata Membatalkan Puasa? Simak Penjelasan Lengkap dan Dalilnya
Mulai dari salep hingga ampul kecil, semuanya memiliki “masa hidup” yang terbatas setelah dibuka.
“Kalau yang ampul kecil-kecil 3 hari,” kata Dearaini.
Sering kali obat mata digunakan berulang tanpa memperhatikan tanggal buka.
Padahal, mencatat waktu pertama kali digunakan bisa membantu mencegah penggunaan berlebih.
Kebiasaan sederhana ini bisa mengurangi risiko iritasi maupun infeksi.
Masalahnya bukan pada niat menjaga kesehatan, melainkan pada cara yang kurang tepat.
Menggunakan obat yang sudah tidak layak pakai justru bisa memperburuk kondisi mata.
Karena itu, penting untuk lebih teliti, tidak sekadar punya obat, tetapi juga tahu cara menggunakannya dengan benar.