SURYA.co.id - Kisah Muklisin, seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara menjadi viral di media sosial.
Berawal dari niat membuktikan kinerja di lapangan melalui media sosial, Muklisin kini mendapatkan hadiah yang tak terduga.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan apresiasi berupa ibadah umrah ke Tanah Suci bagi Muklisin atas dedikasinya selama lima tahun terakhir.
Momen mengharukan ini terjadi saat Muklisin diminta maju menemui Gubernur dalam rapat besar (town hall meeting) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu (15/4/2026).
"Sudah pernah umrah belum," tanya Pramono Anung dikutip dari akun instagram resmi Pramono Anung, Rabu (15/4/2026).
"Belum Pak," jawab Muklisin yang mengenakan seragam PPSU.
"Pak Muklisin bisa berangkat umrah," kata Pramono disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Selama lima tahun mengabdi sebagai Pasukan Oranye, Muklisin aktif mengunggah foto-foto perbandingan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah ia bersihkan melalui akun Instagram miliknya.
Bagi Muklisin, dokumentasi tersebut adalah caranya menjawab komentar miring yang sering dialamatkan kepada petugas kebersihan.
"Emang nggak disengaja, emang saya nggak selalu bikin konten. Saya cuma nge-upload hasil kerja saya. Nggak maksud emang pengen viral apa nggak," ucap Muklisin saat ditemui di Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Senin (13/4/2026).
"Buat edukasi juga. Buktiin kalau kita tuh kerja. Selama ini kan banyak yang bilang gaji PPSU gede kerja nggak ada. Ya kita buktikan," tambahnya.
Tugasnya tidak selalu berjalan mulus.
Muklisin mengaku kerap bertemu dengan orang-orang tidak bertanggung jawab yang membuang sampah sembarangan di zona kerjanya, bahkan saat waktu masih menunjukkan dini hari.
"Saya sengaja setiap subuh jam 4 atau jam 3 saya sudah ngontrol di zona saya. Emang ada yang buang, oknum. Rata-rata begitu, galak. Lebih galakan dia," kata dia.
Selain menghadapi oknum, Muklisin juga menceritakan suka dukanya, termasuk kejadian unik saat "senjata" utamanya untuk bekerja raib.
"Oh kalau suka, ya lagi nyapu dapat rezeki. Kalau dukanya saat kalau sapu lagi hilang. Kadang-kadang kita kalau pagi-pagi udah stay begitu melihat barang kita, sapu kita nggak ada. Kayak rasanya gedebak-gedebuk gitu," tutur Muklisin.
Gubernur Pramono Anung berharap apa yang dilakukan Muklisin bisa menjadi teladan bagi seluruh jajaran Pemerintah Jakarta dalam bekerja secara transparan, gerak cepat, dan selalu up-to-date.
Muklisin pun berpesan agar urusan kebersihan tidak hanya ditumpukan kepada petugas di lapangan saja, melainkan menjadi kewajiban bersama.
"Kalau permasalahan sampah marilah kita bersama-sama jangan mengandalkan ada pasukan oranye, ada pasukan hijau, ada pasukan yang segala-galanya lah. Kita saling sama-sama menjaga, merapikan lingkungan," tegasnya.