Kuota Haji Sukoharjo 2026 Bertambah Jadi 747 Jemaah, Pemberangkatannya Terbagi 5 Kloter
Tri Widodo April 18, 2026 12:27 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kuota  jemaah calon haji Kabupaten Sukoharjo tahun ini meningkat.

Jika pada 2025 kuota tercatat sebanyak 673 orang, tahun ini jumlahnya naik menjadi 747 jemaah.

Baca juga: 29.121 Jemaah Calon Haji 2026 Bakal Diberangkatkan Lewat Embarkasi Solo

Baca juga: Jadi Calhaj 2026 Tertua di Karanganyar, Harsono Ungkap Berniat Haji Sejak 2013

Rinciannya terdiri dari 747 jemaah calon haji dan empat Petugas Haji Daerah (PHD) yang akan mendampingi selama pelaksanaan ibadah haji.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Sukoharjo, Abdul Rochman, menjelaskan 747 jemaah ini akan diterbangkan dalam 5 kelompok terbang (Kloter). 

Empat kloter reguler dan satu kloter terakhir atau yang biasa disebut kloter sapu jagat.

"Kloter 62 sebanyak 33 orang, kloter 63 sebanyak 356 orang, kloter 64 sebanyak 355 orang, kloter 67 sebanyak 1 orang dan kloter 81 sebanyak 6 orang," terang Abdul saat di konfirmasi TribunSolo.com, Sabtu (18/4/2026).

Jadwal Pemberangkatan Jemaah

Abdul Rochman merinci, empat kloter reguler tersebut adalah kloter 62, 63, 64, dan 67. 

"Kloter 62,63, 64 dan 67 dijadwalkan berangkat pada tanggal 12 Mei 2026, untuk kloter 62 bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Klaten, sedangkan 67 bergabung jemaah Kabupaten Sragen," katanya.

Adapun dua kloter reguler lainnya, yakni kloter 63 dan 64, seluruh jemaahnya berasal dari Kabupaten Sukoharjo tanpa bergabung dengan daerah lain. 

Sementara itu, satu orang calon haji akan tergabung dalam kloter sapu jagat bersama jemaah dari daerah lain.

Lebih lanjut, Jemaah termuda diketahui berasal dari Kecamatan Baki berusia 21 tahun lebih 7 bulan, sedangkan jemaah tertua berasal dari Kecamatan Kartasura 88 tahun lebih 11 bulan.

"Dalam pelaksanaan ibadah haji nanti, para jemaah akan didampingi oleh empat PHD yang memiliki tugas memberikan pelayanan ibadah, kesehatan, serta layanan umum," ujarnya.

Pendampingan ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.

Menurut Abdul, para petugas haji daerah juga akan memberikan perhatian khusus kepada jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.

“Petugas haji daerah akan memberikan perhatian khusus terhadap kondisi calon haji berisiko tinggi sejak pemberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air, terutama dari aspek kesehatan selama berada di Tanah Suci,” jelasnya.

Sebelum diberangkatkan, seluruh calon jemaah haji diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis dan influenza. 

Vaksinasi ini menjadi syarat wajib guna mencegah penularan penyakit selama berada di Arab Saudi, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.