Asal-usul Sukoharjo Dijuluki Kota Jamu, Berawal dari Warga Nguter 'Bedol Desa' Merantau ke Jakarta
Hanang Yuwono April 18, 2026 12:27 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kabupaten Sukoharjo punya dua julukan yang melekat, yakni kabupaten Makmur dan kota jamu.

Dua julukan itu punya sejarah panjang di Sukoharjo.

Terutama kenapa Sukoharjo dijuluki Kota Jamu karena di sini ada sentra jamu yakni Pasar Jamu Nguter.

Baca juga: Jadwal Solo Menari 2026 dan Lokasinya, Event Rutinan yang Wajib Kamu Tonton

Pasar Jamu Nguter berada di Dusun II, Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pasar Jamu Nguter Sukoharjo ini sudah ada sejak puluhan tahun silam, dan sekarang memiliki puluhan pedagang jamu di dalamnya secara turun temurun.

Keberadaan Pasar Jamu Nguter Sukoharjo ini semakin dikenal setelah diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK), ketika itu Puan Maharani.

Kini, produk jamu yang dihasilkan para pedagang jamu Nguter Sukoharjo ini sudah dijual secara online ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Penjelasan Kenapa Kebanyakan Soto di Solo Berkuah Bening dan Porsinya Minimalis

Ilustrasi Jamu tradisional
JAMU TRADISIONAL - Ilustrasi Jamu tradisional khas Sukoharjo, Jateng, beberapa waktu lalu. (TribunSolo.com)

Sukoharjo terkenal sebagai kota jamu juga berkat banyaknya perantau asal Sukoharjo, khususnya Nguter yang berjualan jamu gendong.

Di samping itu, logo batik jamu gendong juga dijadikan sebagai seragam seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.

Seragam warna merah dan hitam ini dipakai setiap Jumat pada Minggu pertama dan kedua.

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 18 April 2026: Lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Tugu Yogyakarta

Ada Kampung Jamu

Desa Nguter terletak di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dijuluki sebagai Kampung Jamu di Sukoharjo.

Banyak masyarakat yang merantau ke Jakarta sebagai penjual jamu gendong, pada 1995.

Bahkan satu kampung masyarakat Nguter "bedol desa" mengadu nasib menjual jamu di Jakarta.

Desa Nguter memiliki potensi wisata untuk dikembangkan berbasis industri jamu tradisional.

Industri yang tidak hanya berkembang di kawasan saja melainkan juga di daerah lain.

Penjual jamu Nguter terus berkembang dan lestari karena jamu diproduksi terus secara turun temurun, dari nenek hingga cucu sebagai warisan leluhur.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.