TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri acara halal bihalal internal Partai NasDem di Bandung, Jumat (17/4/2026).
Dikatakan Dedi, kehadirannya di acara tersebut merupakan momentum untuk menyatukan langkah serta visi pembangunan antara Pemerintah Provinsi dan partai politik dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih merata.
“Dari sisi gagasan pemikiran selama ini DPRD berkontribusi, yang disampaikan Kak Saan (Wakil Ketua DPP Nasdem) hampir sama, bagaimana membangun keadilan di Jawa Barat,” ujar Dedi, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Dikatakan Dedi, pembangunan di Jawa Barat harus berorientasi pada keadilan, terutama dalam distribusi ekonomi, infrastruktur, serta layanan pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, ketimpangan antarwilayah harus diatasi agar fasilitas publik tidak hanya terpusat di kota tertentu.
“Distribusi ekonomi, infrastruktur, layanan pendidikan dan kesehatan harus mencerminkan rasa keadilan. Jangan sampai fasilitas menumpuk di satu kota, semua daerah harus merata,” katanya.
Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, menilai kehadiran Gubernur dalam forum internal partai menjadi simbol adanya kesamaan komitmen dalam membangun daerah.
Momentum ini, kata dia, menjadi bagian dari konsolidasi jangka panjang partai menjelang Pemilu 2029.
“Karena kita punya tanggung jawab yang sama dan komitmen yang sama dengan gubernur, maka kita ingin turut serta membawa Jawa Barat lebih baik,” ujar Saan.
NasDem, kata dia, siap berperan aktif melalui kekuatan politik yang dimiliki, mulai dari kepala daerah hingga anggota legislatif, dalam mendorong percepatan pembangunan di Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua DPW NasDem Jabar, Mamat Rachmat, menambahkan kegiatan halalbihalal ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis menyatukan visi antara partai dan pemerintah daerah.
“Visi misi gubernur dan NasDem itu sama. Hari ini bagaimana mengkolaborasikan cita-cita gubernur dan NasDem untuk membangun Jawa Barat,” ujar Mamat.
Mamat menyebut, kesetaraan di sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fokus bersama yang ingin didorong dalam kerja-kerja politik dan pemerintahan.