TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Saksi mata sekaligus tetangga korban, Delsi (50), mengungkapkan posisi para korban tewas saat ditemukan di dalam rumah yang terbakar di Jalan Rambutan Timur, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Jumat (17/4/2026) dini hari.
Menurut Delsi, lima korban terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak.
Adapun identitas kelima korban yakni nenek Tjoa Gek Hoa (65) beserta anak dan menantunya yakni Ricca Shiek (42), Angga Rulian (42) dan cucu yakni Arianna (10) serta Phillip (7).
Ia menyebut, empat korban ditemukan di lantai dua, tepatnya di dalam kamar, sementara satu korban lainnya ditemukan di tangga menuju lantai atas.
“Yang empat ada di lantai dua di dalam kamar, yang satu ada di tangga menuju ke atas,” ujar Delsi, Sabtu (18/4/2026).
Dari informasi yang ia terima, sebagian besar korban diduga meninggal akibat kehabisan oksigen saat kebakaran terjadi.
Empat korban yang berada di dalam kamar kemungkinan tidak sempat menyelamatkan diri, sementara satu korban yang ditemukan di tangga diduga sempat berupaya naik sebelum akhirnya pingsan.
“Sepertinya meninggal karena kehabisan oksigen. Yang di tangga mungkin sempat mau ke atas, tapi sudah pingsan duluan,” jelasnya.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, area depan rumah korban ditutupi gerbang dan teralis besi yang tinggi.
Hal itulah yang menjadi salah satu kendala para petugas Damkar saat proses pemadaman.
Apalagi saat kejadian gerbang dalam kondisi terkunci sehingga petugas harus menjebolnya untuk bisa masuk ke dalam rumah.
Sedangkan di bagian lantai dua nampak ditutupi dengan jendela kaca yang saat ini kondisinya sudah pecah dan terjatuh.
Delsi mengaku mengenal dekat keluarga korban karena tinggal tepat di depan rumah tersebut.
Ia menyebut keluarga itu dikenal baik di lingkungan sekitar.
Bahkan, sang nenek dari keluarga tersebut aktif sebagai sekretaris RT setempat.
“Baik, dikenal baik di lingkungan. Ibunya itu sekretaris RT, aktif,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.