TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Di awal perang Iran Vs AS-Israel, Filipina negara tetangga Indonesia sempat mendeklarasikan keadaan darurat nasional akibat menipisnya pasokan energi.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan keadaan darurat itu pada Selasa (24/3/2026) malam.
“Keadaan darurat energi nasional dengan ini diumumkan mengingat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, dan bahaya yang ditimbulkan terhadap ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara,” demikian bunyi perintah eksekutif presiden mengutip The Guardian.
Akibatnya saat itu harga BBM dan gas naik yang berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok.
Filipina berbenah dan kini mengumumkan penurunan harga BBM bensin dan solar yang disubsidi pemerintah.
Harga BBM mulai turun pada 14 April lalu sehari setelah Presiden Marcos Jr mengumumkannya lewat media.
Shell Pilipinas menurunkan harga solar 23 peso per liter atau sekitar Rp 4.000 per liter.
Harga bensin turun 6,50 peso per liter (Rp 1,685) sedangkan harga minyak tanah akan turun harganya sebesar 11,50 per liter.
Bensin di Filipina sebelum diturunkan harganya berkisar antara 84,30 peso Filipina hingga 110,10 peso Filipina per liter atau setara sekitar Rp 23.898 hingga Rp 31.213 per liter.
Harga diesel berkisar 108,80 hingga 133,10 peso Filipina atau sekitar Rp 30.844 hingga Rp 37.733 dan harga minyak tanah 120,89 hingga 164,69 peso Filipina per liter atau setara sekitar Rp 34.272 hingga Rp 46.689.
Penurunan harga BBM ini tak lepas dari intervensi pemerintah.
Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. pekan lalu memerintahkan penangguhan pajak cukai selama tiga bulan atas gas minyak cair (LPG) dan minyak tanah.
"Penurunan harga ini akan sangat membantu, terutama bagi para pengemudi, penumpang, dan setiap keluarga Filipina yang terdampak oleh tingginya harga minyak setiap hari," ujar Marcos Jr.
Harga elpiji (LPG) di Filipina juga turun hingga 3 peso (Rp 826) per kilogram LPG sejak kemarin 17 April 2026.
Menurut laporan "24 Oras" pada hari Jumat, jumlah tersebut setara dengan pengurangan 33 peso untuk setiap tangki LPG 11 kilogram.
Saat ini harga harga LPG 11 kg di Filipina sekitar 1.600 peso (Rp 459 ribu).
Pendiri Asosiasi Pemasar LPG, Arnel Ty, mengatakan bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan biaya pengiriman dan transportasi.
Bergantung pada harga minyak di pasar di masa mendatang, penurunan lebih lanjut mungkin terjadi dalam beberapa minggu mendatang.
Dengan penurunan harga itu Departemen Energi Filipina (DOE) dan Departemen Keuangan, melalui Biro Pendapatan Dalam Negeri (BIR) dan Biro Bea Cukai (BOC), diarahkan untuk melakukan inventarisasi stok LPG dan minyak tanah dan memastikan tidak ada penyelewenangan harga.
Perusahaan minyak diwajibkan untuk menyampaikan data rutin mengenai komponen biaya LPG dan kerosin setiap bulannya.