Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Sabtu biasa Pekan Paskah kedua– 18 April 2026
Bacaan I: Kis. 6: 1-7
Injil: Yoh. 6: 16-21
Tema: “Ini Aku, jangan takut”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Pada Hari Sabtu Pekan Paskah kedua ini, kita merenungkan tema “Ini Aku, jangan takut” melalui Kisah Para Rasul 6:1-7 dan Yohanes 6:16-21.
Bacaan ini menghibur hati kita dengan kehadiran Yesus yang menenangkan badai ketakutan, baik dalam pelayanan gereja maupun perjuangan pribadi. Seperti suara-Nya di atas ombak, Ia datang untuk berkata: “Ini Aku, jangan takut.”
Saudara-saudari terkasih.
Perikop Kisah Para Rasul (6:1-7) mengisahkan keluhan orang Yunani terhadap kelalaian pelayanan janda-janda mereka.
Para rasul menyelesaikannya dengan memilih tujuh diakon penuh Roh Kudus dan hikmat untuk melayani meja, agar mereka fokus pada doa dan firman. Hasilnya, firman Allah semakin tersebar dan jumlah murid bertambah. Ini menunjukkan bagaimana kehadiran Roh Kudus mengatasi ketakutan konflik dengan hikmat pelayanan.
Dalam Injil Yohanes (6:16-21) menceritakan murid-murid berlayar di danau Galilea saat malam tiba. Angin kencang membuat mereka kesusahan, lalu mereka melihat Yesus berjalan di atas air. Ketakutan muncul, tapi Yesus berkata: “Ini Aku, jangan takut!”
Mereka menerima-Nya ke perahu, dan segera tiba di tujuan. Bacaan ini saling melengkapi: Yesus hadir mengatasi badai eksternal seperti konflik gereja, dan internal seperti ketakutan kita.
Poin refleksi kita adalah “Kehadiran Yesus”: Murid-murid takut melihat-Nya, tapi ada suara “Ini Aku” yang menenangkan.
Permenungan kita: Di badai hidup kita—masalah keluarga atau pekerjaan—sudahkah kita mendengar suara-Nya yang berkata “jangan takut”? Hikmat pelayanan mengalahkan konflik: Para rasul memilih diakon untuk pelayanan, hasilnya berkat berlipat.
Ini ajakan kita bertanggung jawab. Permenungan kita: Bagaimana kita melayani dengan hikmat agar ketakutan konflik berubah menjadi pertumbuhan iman?
“Langsung tiba di tujuan dengan Yesus”: Saat Yesus naik ke perahu, mereka segera sampai. Kehadiran-Nya mempercepat perjalanan rohani. Permenungan kita: Apa ketakutan yang menghalangi tujuan kita? Undang Yesus masuk untuk membawa kedamaian dalam hidup kita.
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, “Ini Aku, jangan takut” adalah janji Paskah yang hidup, yang hadir di setiap badai kita.
Kedua, biarlah bacaan ini memperkuat iman, agar kita melayani dengan berani dan tenang dalam kehadiran-Nya.
Ketiga, dan semoga kita selalu menyadari kehadiran Tuhan yang meneguhkan perjalanan iman kita. Tuhan memberkati kita semua. (*)