Bermula dari Telepon Misterius, Rizal Guru Honorer jadi Pemilik Ferrari, Foto KTP Diganti Orang Lain
ninda iswara April 18, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Nasib tak terduga dialami Rizal Nurdimansyah (39), seorang guru honorer di salah satu SMP di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Ia sama sekali tak pernah memiliki harta bernilai miliaran rupiah, namun namanya tiba-tiba tercatat sebagai pemilik mobil mewah Ferrari 458  Speciale Aperta seharga Rp 4,2 miliar.

Peristiwa ini sontak membuatnya kebingungan sekaligus heran dengan data yang muncul di sistem resmi.

Rizal yang tinggal di Desa Winduherang, Kecamatan Cigugur itu mengaku baru mengetahui hal tersebut dari kabar yang beredar di lingkungan sekitarnya.

Kehidupan sehari-harinya jauh dari kesan mewah, karena ia hanya menggunakan mobil Kijang lama dan satu sepeda motor untuk beraktivitas.

Kabar soal kepemilikan mobil supercar itu pertama kali datang dari seorang temannya di sekitar rumah.

Baca juga: Nama Dicatut! Guru di Kuningan Tetiba Jadi Pemilik Ferrari Rp4,2 M, Bermula dari Telepon Misterius

"Awalnya dari teman saya di sekitar rumah, ada yang mengasih kabar bahwa 'Aa Rizal katanya beli Ferrari'."

Mendengar hal itu, ia pun langsung memastikan kebenarannya dengan mendatangi Samsat setempat.

"Terus saya cek ke Samsat, ternyata benar. Ya kaget, terkejut," ujar Rizal saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/4/2026) petang.

Temuan tersebut pun semakin menegaskan kejanggalan yang membuat Rizal kini diliputi tanda tanya besar.

Bermula dari Telepon Misterius dan Iming-iming Rp 5 Juta

Kejadian ini diduga kuat merupakan tindak pencatutan identitas yang terencana.

Rizal menceritakan, rangkaian peristiwa bermula pada Kamis (2/4/2026) siang saat ia menerima telepon dari orang tak dikenal.

Dalam percakapan tersebut, si penelepon bermaksud meminjam data identitas Rizal dengan alasan untuk keperluan pembelian mobil milik atasannya.

Meski sempat diiming-imingi uang jutaan rupiah, Rizal dengan tegas menolak.

"Ada yang nelpon, 2 April tuh, minta data diri untuk pembelian mobil untuk bosnya, tapi saya menolak. Berapa menit kemudian teh, telpon lagi, iming-iming imbalan Rp 5 juta, tapi saya tetap nolak," ungkap Rizal.

Namun, penolakan tersebut rupanya tidak menghentikan aksi pelaku.

Sepekan setelah telepon misterius itu, tepatnya pada 9 April 2026, transaksi pembelian mobil mewah tersebut resmi tercatat menggunakan identitas Rizal.

Temukan Kejanggalan: Data KTP Benar, Foto Berbeda

Rasa penasaran membawa Rizal mendatangi kantor Samsat Polres Kuningan pada Selasa (14/4/2026).

Setelah melakukan pengecekan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), ia mendapati fakta mencengangkan.

Ia tidak hanya terdaftar sebagai pemilik Ferrari, tetapi juga menemukan adanya pemalsuan dokumen fisik.

Di kantor BPKB, Rizal melihat fotokopi KTP yang digunakan untuk administrasi kendaraan tersebut memang mencantumkan data dirinya, namun foto yang tertera adalah wajah orang lain.

"Di kantor BPKB, mendapati dokumen fotokopi KTP dengan data diri saya, namun menggunakan foto orang lain," jelasnya.

GURU PUNYA FERRARI - Guru honorer bernama Rizal Nurdimansyah (39) berbaju batik panjang, memberikan keterangan usai membuat laporan di Polres Kuningan Jawa Barat pada Kamis (16/4/2026) siang, namanya dicatut jadi pemilik mobil Ferrari. (Kompas.com)

Khawatir Pajak Ratusan Juta dan Masalah Hukum

Ketakutan utama Rizal saat ini adalah beban pajak kendaraan mewah (pajak progresif) yang bisa mencapai angka ratusan juta rupiah per tahun.

Selain itu, ia khawatir jika kendaraan tersebut terlibat dalam tindak pidana atau masalah hukum di masa depan.

Atas saran petugas, Rizal segera melakukan langkah antisipasi:

Pemblokiran Data: Melakukan pemblokiran kendaraan melalui aplikasi resmi agar tagihan pajak tidak jatuh kepadanya.

Laporan Polisi: Mendatangi Satreskrim Polres Kuningan untuk melaporkan dugaan pemalsuan identitas.

Kasat Reskrim Polres Kuningan, IPTU Abdul Aziz, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan.

"Sudah kami terima. Laporannya perihal dugaan pemalsuan data. Kita akan pelajari dan dalami terlebih dahulu," kata Aziz singkat.

Kasus yang dialami Rizal menjadi peringatan keras bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi.

Bagi seorang guru honorer, pencatutan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan ancaman finansial yang nyata.

Jika tidak segera diblokir, Rizal terancam kehilangan haknya untuk mendapatkan bantuan sosial atau subsidi dari pemerintah di masa depan karena dianggap sebagai orang mampu yang memiliki kendaraan mewah.

Polisi kini fokus melacak siapa sosok di balik telepon misterius dan siapa "bos" sebenarnya yang menggunakan identitas rakyat kecil untuk menghindari kewajiban pajak.

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.