TRIBUNSTYLE.COM – Peristiwa satpam tewas saat berusaha menyelamatkan siswi yang hanyut di Sungai Cibanjaran menjadi sorotan publik di media sosial. Di balik kejadian tragis itu, terungkap bahwa sang satpam sempat mengungkapkan keinginan meninggal dalam keadaan baik.
Diketahui, sosok satpam tersebut bernama Agus Sutisna (52). Ia sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Cibandaran sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (16/4/2026).
Insiden bermula ketika seorang siswi berinisial GLS (18) terseret arus sungai setelah tanggul tiba-tiba roboh. Diduga kuat, tanggul tersebut runtuh akibat derasnya aliran air.
Melihat kejadian itu, Agus tanpa ragu langsung menceburkan diri untuk menolong korban. Namun nahas, arus sungai yang deras justru menyeret keduanya hingga hilang dari penglihatan.
Saat peristiwa berlangsung, terdapat empat orang lain yang juga mencoba melakukan penyelamatan. Namun mereka berhasil menyelamatkan diri, sementara Agus dan GLS tidak terlihat lagi setelah terbawa arus.
"Pak Agus secara spontan ingin menolong almarhumah GLS yang tenggelam.
Ini murni aksi kemanusiaan yang sangat berani," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, dikutip dari Kompas.com, Senin (17/4/2026).
Baca juga: Jelang Nikah Syifa Hadju dan El Rumi, Sosok Wali Jadi Sorotan Publik
Korban GLS ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sejauh sekitar 5 kilometer. Sementara itu, jasad Agus ditemukan di Kampung Badra, Desa Tarajusari, dengan jarak kurang lebih 3 kilometer dari titik awal kejadian.
"Korban ditemukan dalam posisi telungkup. Bagian ikat pinggangnya tersangkut pada sebuah tanggul di aliran sungai sehingga jasadnya tertahan di sana dan tidak terbawa arus lebih jauh," imbuh Diki.
Sebelum kejadian ini viral, Agus dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi, sederhana, dan memiliki kepedulian tinggi selama bertugas sebagai satpam di SMAN 1 Banjaran.
Ia telah bekerja sejak 2023 dan dikenal ramah serta tegas oleh rekan kerja maupun siswa. Sosoknya pun sangat dihormati di lingkungan sekolah.
"Kalau saya bilang jujur, di antara empat security dia yang paling loyal di mata saya dan di mata teman-teman. Walau pun dulu dia punya latar belakang yang luar biasa," ungkap Kepala SMAN 1 Banjaran, Iwan Kurniawan.
Iwan juga mengenang ucapan Agus semasa hidup, yang kerap mengungkapkan keinginannya untuk meninggal dalam keadaan baik.
"Satu pesan yang selalu saya ingat dan dia sering bilang ke siapapun, katanya 'saya mah pengen mati husnul khotimah'. Itu sering dia ucapkan, ke siapapun termasuk saya," ujar Iwan.
"Lalu dia juga memiliki kepedulian yang tinggi ke siapapun. Contohnya kemarin, dia engga tahu kalau orang yang hanyut itu siswa sini, tapi dia loncat langsung coba menyelamatkan," imbuhnya.
Kepergian Agus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar sekolah. Iwan bahkan menyebut aksi tersebut sebagai wujud nyata keberanian luar biasa.
"Tentu ini sangat kehilangan. Subhanallah, saya semalaman dan kami jaga di sini tidak bisa tidur. Kami sangat kehilangan," tandas Iwan. (Tribunstyle.com/Grid.ID/Siti M)