TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara menginformasikan adanya gempa bumi tektonik di Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Sabtu 18 April 2026.
Gempa tektonik adalah jenis gempa bumi yang terjadi akibat pergerakan atau pergeseran tiba-tiba pada lempeng tektonik di kerak bumi.
Lempeng-lempeng ini terus bergerak secara perlahan, namun seringkali terjebak di area pertemuan karena gesekan.
Ketika tekanan yang terkumpul melebihi batas kekuatan batuan, tekanan tersebut lepas secara tiba-tiba dalam bentuk gelombang seismik yang kita rasakan sebagai guncangan.
Gempa terjadi sekitar pukul 09:14:32 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M4.3.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.27° LU; 126.33° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 128 km Barat Laut TERNATE-MALUT, pada kedalaman 18 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Subduksi Lempeng Laut Maluku," terang BMKG Sulut sebagaimana yang diinformasikan melalui akun facebook BMKG Sulut.
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di Pulau Batang Dua dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.).
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," tulis BMKG.
Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi dengan kekuatan M7.6 di Pulau Batang Dua pada tanggal 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB.
Hingga Sabtu, 18 April 2026 pukul 09:23:24 WIB, total gempabumi susulan ( aftershock ) yang tercatat mencapai 1722 gempabumi dengan magnitudo terbesar M5.8 dan terkecil M1,7.
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK