Syukuran Panen Desa Gong Solok Malinau, Tradisi Makan Daun Pisang Hidupkan Kearifan Lokal
Amelia Mutia Rachmah April 18, 2026 02:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Masyarakat Desa Gong Solok, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, menggelar syukuran pasca panen perdana dengan nuansa yang sarat nilai budaya. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga dalam merayakan hasil pertanian sekaligus mempererat kebersamaan.

Mengusung tema syukur panen untuk meningkatkan gotong royong dan ketahanan pangan, acara ini dihadiri oleh warga dari berbagai RT dan berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Gong Solok sejak pagi hingga siang hari.

Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah penggunaan daun pisang sebagai alas makan. Seluruh hidangan disajikan secara sederhana tanpa menggunakan piring kaca maupun wadah modern lainnya.

Tradisi ini dipilih sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca juga: Cabai Rawit Anjlok Rp22.500 di Malinau, Harga Ikan Kembung Naik, Ini Penyebabnya

Selain memiliki nilai budaya, penggunaan daun pisang juga mencerminkan kesederhanaan dan kedekatan masyarakat dengan alam.

Warga tampak antusias menikmati hidangan bersama, duduk berjejer dan berbagi makanan dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

Simbol Kebersamaan dan Gotong Royong

Kegiatan makan bersama ini tidak sekadar menjadi bagian dari acara seremonial, tetapi juga menjadi simbol kuat kebersamaan antarpetani dan masyarakat.

Semangat gotong royong terlihat sejak tahap persiapan, mulai dari pengaturan tempat hingga penyajian makanan. Seluruh proses dilakukan secara bersama-sama, mencerminkan nilai solidaritas yang masih kuat di tengah masyarakat pedesaan.

Edukasi Budaya untuk Generasi Muda

Camat Malinau Selatan Hilir, Lampang, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya nyata dalam mengenalkan kembali tradisi lokal kepada generasi muda.

Baca juga: Tanpa WFH, Pemkab Malinau Tekan Anggaran dari Level Pimpinan hingga Staf

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting agar anak-anak tidak kehilangan jati diri budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi momen yang sangat ditunggu, terutama agar anak-anak bisa merasakan kembali suasana tradisi lama,” ujarnya, Sabtu (13/4/2026).

Agenda Tahunan dan Wisata Budaya

Ke depan, syukuran panen ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan di Desa Gong Solok. Pemerintah kecamatan pun memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif warga dalam menghidupkan kembali tradisi lokal.

Selain memperkuat identitas budaya, kegiatan ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata berbasis budaya di wilayah Malinau Selatan Hilir.

Melalui tradisi makan beralas daun pisang, masyarakat diharapkan tetap mempertahankan pola hidup sederhana dan nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan petani.

Baca juga: MTQ ke-22 Kabupaten Malinau Digelar 20 April 2026, Ada 8 Cabang Lomba yang Dipertandingkan

Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan hasil panen, tetapi juga menjadi refleksi penting akan arti kebersamaan, budaya, dan keberlanjutan kehidupan sosial di pedesaan.

Acara syukuran ini pun menjadi tonggak baru bagi masyarakat Desa Gong Solok dalam merayakan keberhasilan sektor pertanian secara kolektif, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.