Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (17/4) mengatakan bahwa pasukan AS tidak akan dilibatkan dalam kemungkinan operasi untuk mengambil uranium yang telah diperkaya milik Iran.

“Tidak. Tidak ada pasukan. Kami akan turun bersama mereka, lalu kami akan mengambilnya,” kata Trump kepada CBS News.

Saat ditanya siapa yang akan mengambil material nuklir tersebut, Trump menjawab, “orang-orang kami, bersama dengan pihak Iran.”

Ia menambahkan bahwa uranium yang diambil tersebut akan dipindahkan ke AS.

Menurut Trump, AS dan Iran akan bekerja sama dalam isu tersebut karena tidak akan ada kebutuhan untuk berperang setelah kesepakatan tercapai.

Namun, sebelum kesepakatan itu terwujud, AS akan tetap melanjutkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, tambahnya.

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyebut bahwa Iran telah setuju untuk menghentikan dukungan terhadap kelompok militan proksi di kawasan.

Pada Sabtu (11/4), kedua negara menggelar pembicaraan di Islamabad setelah Trump mengumumkan adanya kesepakatan dengan Iran terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Sehari kemudian, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut.

Pada Kamis (16/4), Trump mengatakan bahwa pertemuan lanjutan antara Washington dan Teheran dapat berlangsung paling cepat akhir pekan ini.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA