Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menerima empat penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai Mitra Distribusi dan Dealer Utama Surat Utang Negara (SUN).

"Pencapaian ini menunjukkan komitmen BCA dalam memperkuat fungsi intermediasi di pasar keuangan, sekaligus mendukung pemerintah dalam menjaga pembiayaan yang efisien dan berkelanjutan," kata Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

BCA mendapatkan tiga penghargaan Dealer Utama Surat Utang Negara untuk kategori Dealer Utama dengan Kinerja Terbaik Tahun 2025 dan satu penghargaan Mitra Distribusi SUN Ritel dengan Kinerja Terbaik Tahun 2025.

Secara rinci, empat penghargaan yang diterima BCA tersebut meliputi pertama Dealer Utama Surat Utang Negara dengan Kinerja Terbaik Tahun 2025; kedua Dealer Utama Surat Utang Negara dengan Kinerja Terbaik di Pasar Perdana Tahun 2025.

Ketiga, Dealer Utama Surat Utang Negara dengan Kinerja Terbaik di Pasar Sekunder Tahun 2025; dan keempat Mitra Distribusi Surat Utang Negara Ritel dengan Kinerja Terbaik Tahun 2025.

"Adapun penghargaan dari Kementerian Keuangan sudah diterima BCA dalam 12 tahun terakhir antara lain sebagai sebagai Dealer Utama atau Mitra Distribusi SUN Terbaik," ujarnya.

Menurut John apresiasi itu menjadi bukti upaya industri perbankan itu dalam mengedukasi masyarakat untuk berinvestasi secara aman.

Selain itu, penghargaan tersebut juga menunjukkan kontribusi nasabah dalam mendukung pembangunan nasional lewat instrumen pembiayaan negara sekaligus dukungan terhadap pengembangan pasar keuangan domestik.

"Kami akan terus mendorong peningkatan partisipasi investor domestik melalui optimalisasi kanal distribusi dan edukasi pasar,” tuturnya.

Ia mengatakan sebagai salah satu Dealer Utama SUN, pihaknya berperan aktif dalam Pasar Perdana maupun Sekunder, termasuk dalam proses pemasaran dan perdagangan serta penyediaan likuiditas di Pasar Sekunder.

Di sisi lain, sebagai Mitra Distribusi SUN Ritel, BCA berkontribusi dalam memperluas akses investasi masyarakat terhadap instrumen Surat Berharga Negara (SBN) melalui platform digital.

Melalui aplikasi myBCA dan KlikBCA Individu, BCA memfasilitasi pemesanan Obligasi Pemerintah di Pasar Perdana secara end-to-end digital, serta transaksi di Pasar Sekunder melalui jaringan Kantor Cabang dan myBCA.

"Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memperdalam pasar obligasi domestik," jelasnya,

Ia menyebutkan pada tahun 2025, myBCA menjadi kanal pilihan mayoritas investor ritel dengan frekuensi transaksi SBN mencapai lebih dari 80 persen. Hal itu juga didukung oleh peningkatan investor lebih dari 20 persen yoy dengan mayoritas investor generasi muda (milenial dan gen Z) yang tumbuh hingga lebih dari 50 persen yoy.

"Capaian ini menunjukkan bahwa kemudahan akses instrumen investasi negara melalui ekosistem layanan BCA dapat menjangkau lebih banyak generasi muda untuk mulai berinvestasi," katanya lagi.

Penghargaan ini turut mempertegas posisi BCA di tengah kompetisi industri perbankan dalam distribusi SBN, di mana optimalisasi teknologi, basis nasabah yang kuat, serta kapabilitas treasury menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kinerja.

Seiring dengan dinamika pasar keuangan global dan kebutuhan pembiayaan negara yang terus berkembang, BCA berkomitmen mendukung penguatan pasar SBN melalui inovasi layanan, pengembangan produk, serta kolaborasi erat dengan pemerintah dan regulator.

Adapun penghargaan diserahkan langsung Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Novi Puspita Wardani kepada Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih di Auditorium Gedung Frans Seda, Kementerian Keuangan RI, Jakarta.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Executive Vice President Treasury BCA Junita Gunawan dan Senior Vice President Wealth Management BCA Dessy Nathalia.