TRIBUNJAMBI.COM - Bupati Merangin, Muhammad Syukur menghadiri prosesi wisuda tahfidz bagi 138 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Permata Hati Kabupaten Merangin.
Wisuda dilaksanakan di Auditorium Universitas Merangin (UM), Sabtu (18/04/2026).
Pelaksanaan prosesi wisuda itu berlangsung khidmat Bupati M Syukur disambut hangat oleh keluarga besar SD IT Permata Hati.
M Syukur juga didampingi oleh Kabag Kesra Setda Merangin Agus Salim, Camat Bangko Eduar, serta Kepala SD IT Permata Hati, Rustam Effendi.
M Syukur dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian para hafiz cilik tersebut.
M Syukur menyampaikan bahwa kehadiran para penghafal Al-Qur'an bukan hanya kebanggaan bagi orang tua, melainkan aset besar bagi masa depan Kabupaten Merangin dan syiar agama Islam.
"Anak-anak ini keren, ini luar biasa! Menghafal Al-Qur'an bukan hanya soal hafalan, tapi bagaimana nilai-nilainya dihidupkan dalam keseharian. Di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi yang melesat cepat, satu-satunya benteng kita adalah agama," ungkap M Syukur
M Syukur juga memberikan arahan secara khusus mengenai peran orang tua dalam mendidik anak, Ia juga mengoreksi paradigma lama yang menganggap pendidikan adalah tanggung jawab sekolah sepenuhnya.
"Jangan merasa karena sudah membayar sekolah, tanggung jawab selesai. Tanggung jawab terbesar dari lahir sampai akhirat ada pada orang tua," jelas M Syukur.
Menanggapi tantangan zaman, Bupati Syukur secara spesifik menyoroti penggunaan gadget atau ponsel pada anak.
M Syukur mengimbau para orang tua untuk melakukan kontrol ketat terhadap konten digital yang dikonsumsi anak-anak, seperti TikTok dan platform media sosial lainnya.
"Bahkan di negara maju, penggunaan handphone dibatasi. Kontrol ada pada orang tua. Jangan anak nangis langsung dikasih HP. Pastikan orang tua tahu password HP anaknya untuk memantau pergaulan mereka," tambah M Syukur.
Di akhir sambutan dan arahanya, M Syukur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ustaz dan ustazah yang telah bersabar membimbing siswa.
M Syukur berharap prosesi wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal bagi anak-anak Merangin untuk menjadi generasi yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual.
"Teruslah menjaga hafalan dan jadilah pribadi yang rendah hati. Jadilah anak Merangin yang hebat, santun, dan tetap dekat dengan Allah," tutup M Syukur.
(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)