TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bukan sekadar ajang temu kangen, Grebeg Asmari 2026 justru menjelma menjadi ruang konsolidasi lintas generasi alumni SMA di Purwokerto untuk mendorong perubahan nyata di dunia pendidikan dan masyarakat.
Selama tiga hari, mulai Jumat - Minggu (17-19/4/2026) kegiatan ini menghadirkan semangat kolaborasi dan keberlanjutan yang melibatkan alumni, siswa aktif, hingga pemangku kepentingan pendidikan.
Mengusung tema kebersamaan dan keberdayaan, Grebeg Asmari menghadirkan berbagai agenda strategis yang mempertemukan lintas generasi alumni dengan siswa aktif.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 5 Purwokerto, sebagai bentuk sinergi antara alumni dan institusi pendidikan.
Sebagai narasumber utama, Ketua Umum PP Asmari, Andrijani Sulistyowati, menegaskan peran alumni tidak lagi sebatas nostalgia, melainkan harus mampu memberi kontribusi konkret bagi lingkungan sekitar.
"Berdaya, berdampak, berkelanjutan. Asmari untuk alumni, sekolah dan masyarakat,” ujar Andrijani Sulistyowati kepada Tribunbanyumas.com, sebagaimana dalam rilis, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh murid-murid dari berbagai SMA di Purwokerto, perwakilan alumni lintas angkatan dan gerbong, serta pengurus Pusat Perhimpunan Alumni SMA Negeri di Purwokerto (PP Asmari).
Kehadiran lintas generasi ini menciptakan ruang dialog yang dinamis, mempertemukan pengalaman masa lalu dengan tantangan masa depan.
Interaksi yang terbangun tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membuka ruang transfer pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai yang relevan dengan perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan Grebeg Asmari 2026 meliputi diskusi inspiratif, forum alumni, kegiatan sosial, serta program penguatan kapasitas siswa.
Melalui pendekatan kolaboratif, kegiatan ini berupaya menjembatani dunia pendidikan dengan realitas sosial, sehingga lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan adaptif.
Baca juga: Zulhas Ingatkan SPPG Jangan Hanya Kejar Profit, Ungkap Selisih Rp 1000 Sudah Untung
Selain itu, forum ini juga menjadi wadah merumuskan berbagai inisiatif bersama, seperti pengembangan program mentoring bagi siswa, dukungan terhadap kegiatan sekolah, hingga kontribusi alumni dalam penguatan sumber daya pendidikan di Purwokerto.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap sesi, mencerminkan bahwa Grebeg Asmari bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan kolektif yang memiliki dampak jangka panjang.
Ke depan, Grebeg Asmari diharapkan terus berlanjut sebagai gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat peran alumni dalam pembangunan pendidikan dan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdampak luas.
Melalui Grebeg Asmari 2026, Purwokerto kembali menegaskan bahwa kekuatan jejaring alumni dapat menjadi pilar penting dalam menciptakan perubahan yang bermakna, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. (jti)