TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian sendang atau sumber mata air yang ada di wilayah Kalurahan Sendangadi.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri upacara peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sendangadi di Joglo Sendangadi, Jongke Lor, Mlati, Sleman, Jumat (17/4/2026) malam.
Dalam sambutannya, Danang menekankan bahwa sumber mata air adalah urat nadi kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya bagi seluruh makhluk hidup.
"Saya mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian sendang yang ada di Sendangadi ini, sebagai sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Dengan begitu, diharapkan masyarakat Sendangadi dapat lebih sejahtera, gemah ripah loh jinawi," ujarnya.
Sebagai komitmen nyata terhadap lingkungan, Danang secara simbolis melakukan penanaman bibit pohon di area tersebut.
Aksi ini menjadi pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam demi menjamin ketersediaan air bagi generasi masa depan.
Nuansa pelestarian air juga sangat kental dalam prosesi upacara hari jadi tersebut melalui pengambilan air Tirta Suci dari sumber mata air setempat oleh para bregada. Prosesi ini merupakan simbol rasa syukur sekaligus pembersihan diri bagi warga Sendangadi.
Selain pesan kelestarian, Danang juga berharap momentum hari jadi ini menjadi momen untuk mengenang jasa sekaligus mendoakan para sesepuh pendiri Kalurahan Sendangadi, sekaligus ajang introspeksi meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
"Saya juga berharap kegiatan ini jadi ajang untuk instropeksi. Pelayanan masyarakat kalau ada yang kekurangan, mari ditingkatkan lagi," ujar Danang.
Sementara itu, Pj. Lurah Sendangadi Reza Uud Firmansyah mengatakan peringatan hari jadi Sendangadi tahun ini mengusung tema “Sendangadi Nyawiji Hanggayuh Mukti”. Meski digelar sederhana, ia memastikan esensi semangat kebersamaan tetap terjaga.
"Rangkaian hari jadi Kalurahan Sendangadi juga diadakan ziarah makam mantan pamong, dan anjangsana pamong yang sudah purna tugas," terang dia.