Momen Haru Pemakaman Capt Marindra Wibowo Pilot Heli Jatuh, Diadzani Anak, Sahabat Ungkap Kesan Baik
Musahadah April 18, 2026 06:04 PM

 

SURYA.CO.ID - Momen haru terasa saat pemakaman jenazah Mayor Laut (Purn) Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Kompleks Pemakaman TNI Angkatan Laut (AL) Wilayah Timur, Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026).

Istri almarhum, Rena Purnama Dewi, tampak tegas bersama anak-anaknya saat mengantarkan sang suami dan ayah ke peristirahatan terakhir.

Momen emosional terjadi ketika putra sulung almarhum mengumandangkan azan di tepi pusara sang ayah sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Penghormatan terakhir terhadap almarhum dilaksanakan melalui upacara militer yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Hadi Priyono selaku inspektur upacara.

Keluarga, rekan kerja dan kerabat tampak memenuhi area pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada purnawirawan TNI tersebut.

Baca juga: Selain Capt Marindra Wibowo, Ini Identitas Lengkap Korban Heli Jatuh di Kalbar, Ada Warga Malaysia

“Para hadirin yang saya hormati, selanjutnya marilah kita menghantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan upacara militer,” ujar Hadi saat memimpin upacara militer, Sabtu (18/04/2026).

Rekam Jejak Capt Marindra Wibowo

Selama masa dinasnya di militer, pria kelahiran Tuban, 20 Maret 1982, itu memiliki rekam jejak panjang di dunia penerbangan.

Jabatan terakhir yang diembannya adalah Wadanron 200 Wing Udara 1 Puspenerbal.

Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Marindra Wibowo tercaat telah menerbangkan helikopter sejak tahun 2002.

Sepanjang karirnya, dia pernah mengikuti berbagai pelatihan penerbangan, termasuk pelatihan Airbus H-130T2 di Airbus Training Center serta pelatihan AW109 di Agusta Westland Training Academy, Italia.

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pilot di Whitesky Aviation Indonesia (2017 2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017).

Peraih gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen ini menjadi pilot di KPN Plantation sejak Januari 2020 dan menerbangkan helikopter Airbus H-130T2, termasuk unit dengan registrasi PK-CFX.

Selama masa pengabdiannya, Capt Marindra dianugerahi sejumlah tanda kehormatan, di antaranya Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, Satyalancana Dharma Nusa, serta Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian Republik Indonesia.

Kesan Sahabat dan Tetangga

FOTO KELURGA – Foto almarhum Capt Marindra Wibowo bersama istri dan anak-anaknya yang terpasang di ruang tamu rumah duka di Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo. Capt Marindra Wibowo merupakan pilot helikopter PK-CFX yang meninggal dunia dalam kecelakaan di Kalimantan Barat.
FOTO KELURGA – Foto almarhum Capt Marindra Wibowo bersama istri dan anak-anaknya yang terpasang di ruang tamu rumah duka di Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo. Capt Marindra Wibowo merupakan pilot helikopter PK-CFX yang meninggal dunia dalam kecelakaan di Kalimantan Barat. (Surya.co.id)

Royani, rekan kerja sekaligus sesama pilot yang turut mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir, menyebut Marindra sebagai sosok yang supel dan mudah bergaul.

“Orangnya supel, baik kepada siapa saja,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang totalitas dalam menjalankan tugas.

“Saya sudah mengenal almarhum selama 25 tahun. Sepanjang itu, sepengetahuan saya, almarhum tidak pernah menolak tugas dan selalu totalitas dalam bekerja. Saat bertugas, almarhum selalu menunjukkan konsentrasi tinggi,” imbuhnya.

Mohamad Ichwan, Ketua RT 2 RW7, perumahan menceritakan, selama ini Marindra tinggal di rumah itu bersama istri dan anak-anaknya. Ichwan maupun beberapa warga lain jarang bertemu dengan Marindra.

Maklum dia seorang TNI yang tugas di luar kota. Biasa pulang sebulan atau dua bulan sekali.

“Pas pulang itu biasanya bersih-bersih dan tanam-tanam di depan rumah. Atau pas olahraga begitu, biasanya saya bertemu. Kalau pulang biasanya beberapa hari di rumah atau sekitar semingguan gitu,” lanjutnya sambil menunjuk pohon kelengkeng yang sudah berbuah, pohon yang ditanam Marindra di depan rumahnya.

Ichwan mendapat kabar tentang kecelakaan helikopter yang ditumpangi Marindra pada Kamis siang kemarin. Dia juga mendapat update informasi bahwa korban dan pesawatnya sudah ditemukan. Namun semua meninggal dunia, termasuk seorang warganya tersebut.

Dia juga menerima informasi bahwa jenazah Capt Marindra bakal tiba di rumah duka untuk dimakamkan di Juanda hari Sabtu besok. Namun, dia tidak berani memastikan jam berapa kedatangan itu.

Ichwan dan warga di sana mengaku sangat berduka. Selain dekat dengan almarhum, dia menilai bahwa Marindra itu sosok yang tegas dan memiliki jiwa sosial yang bagus di lingkungan.

Bahkan, kata dia, di kepengurusan RT tahun kemarin, Marindra sempat menjadi penasehat pengurus RT.

“Pak Marindra itu orangnya santun. Enak juga kita ajak sharing. Khususnya mengenai keamanan. Jiwa sosilnya juga bagus,” lanjutnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa warga lain di sana. Termausk security di perumahan tersebut yang mengaku sangat kehilangan atas kepergiatan Capt Marindra.

“Biasanya pas pulang selalu ngobrol sama kami. Dia orangnya baik. Bahkan setiap lebaran juga ngasih THR kepada kami. Baik banget orangnya. Santun. Terakhir bertemu pas lebaran kemarin, saat hendak balik tugas. Tentu kami turut berduka atas peristiwa ini,” ujar seorang petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut.

Helikopter tersebut menempuh rute penerbangan dari helipad PT Cipta Mahkota menuju helipad PT Graha Agro Nusantara 1.

Selain Marindra, helikopter tersebut mengangkut tujuh orang lainnya, terdiri dari satu teknisi bernama Harun Arasyid dan enam penumpang.

 

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.