SURYA.CO.ID, SURABAYA - Himpunan Pengusaha Alumni ITS menggelar Rapat Kerja (Raker), Business Talk, dan Dinner Gathering di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Ekosistem Pengusaha ITS yang berkelanjutan melalui Teknologi dan Kemitraan Strategis” sebagai upaya memperkuat jejaring bisnis, sekaligus mendorong hilirisasi inovasi kampus.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Prof. Ir. Bambang Pramujati, menegaskan bahwa HIPA ITS memiliki peran strategis sebagai penghubung antara hasil riset kampus dengan dunia industri.
“Di ITS banyak inovasi yang dihasilkan dari riset para peneliti. Kami berharap HIPA bisa menjembatani agar karya-karya tersebut, dapat dihilirkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus dapat dikomersialkan,” ujarnya.
Menurut Prof Bambang, hilirisasi riset tidak hanya berdampak bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi kampus.
Selain itu, pihak kampus mendorong keterlibatan aktif anggota HIPA dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
“Selama ini HIPA juga telah banyak terlibat sebagai mentor dalam inkubator bisnis dan layanan inovasi. Ke depan, kami berharap peran tersebut semakin diperkuat, termasuk membuka peluang investasi bagi startup mahasiswa,” tambahnya.
Peran alumni sebagai mentor, coach, hingga investor, dinilai penting dalam membentuk ekosistem startup yang berkelanjutan.
Ketua Umum HIPA ITS, Jogyo Susilo, menyatakan bahwa pelaksanaan Raker di Surabaya memiliki makna strategis.
“Raker HIPA sebelumnya digelar di Jakarta dan Yogyakarta. Tahun ini kami pilih Surabaya, khususnya di kampus ITS, untuk memperkuat kolaborasi dengan kampus sekaligus menunjukkan bahwa Jawa Timur menjadi wilayah penting bagi pengembangan bisnis kami,” jelasnya.
Ia menilai keunggulan alumni ITS terletak pada basis teknologi yang kuat.
“Keunggulan kami ada pada teknologi. Dengan sinergi yang kuat bersama kampus, kami optimistis bisa meningkatkan kualitas bisnis anggota sekaligus menciptakan inovasi yang lebih kompetitif,” ujarnya.
Jogyo mengungkapkan, saat ini jumlah anggota HIPA ITS sekitar 500 orang dengan skala usaha beragam, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Namun, persentase alumni ITS yang menjadi pengusaha masih relatif kecil, yakni sekitar 3–4 persen.
“Kami ingin mahasiswa sudah mengenal profesi wirausaha sejak di bangku kuliah, sehingga setelah lulus mereka tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Pengurus HIPA ITS, Adi Dharma, menambahkan bahwa ekosistem pengusaha alumni saat ini telah terbagi dalam sejumlah komite strategis. Beberapa di antaranya meliputi:
“Dengan penguatan di berbagai komite tersebut, kami optimistis HIPA ITS dapat berkembang lebih luas dan memberikan kontribusi positif tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi alumni untuk memperluas jaringan, bertukar wawasan, serta membangun kemitraan bisnis.
Ke depan, HIPA ITS menargetkan dapat mencetak lebih banyak pengusaha alumni yang tangguh dan berdaya saing global.
Selain itu, percepatan hilirisasi inovasi kampus diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.