Tragis, Mak Iyah Ditemukan Tewas Terikat Saat Keluarga Hajatan Haji, Emas 50 Gram Raib
Noval Andriansyah April 18, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Subang - Suasana rumah sederhana di Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, beberapa hari terakhir sebenarnya dipenuhi kesibukan keluarga.

Mereka tengah menyiapkan berbagai keperluan untuk keberangkatan haji, sebuah momen yang biasanya membawa kebahagiaan bagi keluarga.

Namun di tengah suasana itu, sebuah kabar duka justru datang secara tiba-tiba.

Seorang lansia yang selama ini dikenal ramah oleh tetangganya ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya sendiri.

Peristiwa tragis itu kemudian mengguncang keluarga sekaligus warga sekitar.

Baca juga: Lalai Akibatkan Kecelakaan Fatal, Lansia Pengemudi Ford Everest Ditangkap

Dikutip dari TribunJatim.com, kasus lansia tewas terikat yang terjadi Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat kini menjadi sorotan.

Di tengah keluarga yang sedang bersukacita menyiapkan hajatan keberangkatan haji, Mbah Tasriah (72), seorang lansia yang dikenal bersahaja justru tewas dalam kondisi menyedihkan.

Pada Rabu (15/4/2026) menjelang tengah malam, tepatnya pukul 23.30 WIB, Haji Rido (76), sang suami dibuat syok.

Ia yang baru saja pulang dari rumah anaknya, mendapati pintu rumahnya terbuka dengan kondisi isi rumah yang sudah porak-poranda.

Rido tak pernah menyangka bahwa kepulangannya malam itu akan menjadi momen paling menyakitkan.

Saat memasuki kamar, ia melihat lemari baju telah diacak-acak.

Namun, pemandangan paling menyayat hati ada di atas ranjang.

Istrinya, Tasriah atau yang akrab disapa Mak Iyah, ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang tidak wajar.

Kondisi korban saat ditemukan adalah tangan dan kaki terikat kain kerudung (sinjang/samping).

Sementara mulut tersumpal kain, tubuh tertutup kasur serta bantal.

Selain itu lemari pakaian berantakan, menunjukkan adanya penggeledahan paksa.

Rido Panik Datangi Ketua RT

Ketua RT setempat, Masliah, menceritakan detik-detik saat ia dibangunkan oleh Rido yang panik.

"Suaminya saat pulang melihat kondisi rumah mencurigakan dan akhirnya membangunkan saya untuk melihat rumah. Kami berdua masuk dan tak menyangka kondisi di kamar sudah acak-acakan," ujar Masliah kepada awak media, Kamis (16/4/2026), melansir dari Kompas.com.

Dugaan kuat mengarah pada aksi perampokan brutal.

Pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sepi karena keluarga sedang berada di rumah anak korban.

Selain kehilangan nyawa sang istri, Rido juga harus merelakan harta benda yang selama ini disimpan.

Berdasarkan data yang dihimpun, barang berharga yang hilang adalah uang tunai sekitar Rp30 juta yang disimpan di dalam lemari, serta sekitar 50 gram emas yang saat itu sedang dikenakan oleh korban di tubuhnya.

"Sangat sedih dan terpukul. Pelaku begitu kejam mencuri sampai tega mengikat dan menyumpal istri saya yang sudah lansia tersebut," ungkap Rido dengan suara bergetar usai pemakaman istrinya, Jumat (17/4/2026).

Pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tim Inafis Polres Subang telah memasang garis polisi dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi, termasuk sidik jari dan keterangan saksi.

Kasatreskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Polri Losarang, Indramayu, untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

"Kami masih terus mendalami kasus ini sambil menunggu hasil otopsi. Mohon doanya mudah-mudahan secepatnya kasus ini bisa segera terungkap, dan pelaku bisa segera diringkus," ucap AKP Bagus melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (17/4/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kasi Humas Polres Subang, AKP Edi Juhaidi, menegaskan bahwa kasus ini menjadi prioritas penyelidikan Polsek Binong dan Polres Subang.

Pemakaman Dipenuhi Isak Tangis

Jenazah Tasriah akhirnya dimakamkan di pemakaman umum Desa Rancaudik pada Jumat siang.

Isak tangis keluarga dan kerabat, termasuk Ratnengsih, sahabat karib korban, mewarnai prosesi pemakaman.

Ratnengsih mengaku tak menyangka kejadian setragis itu menimpa Mak Iyah.

"Enggak tahu, saya juga enggak tahu, dikiranya tidur mungkin pules," ucap Ratnengsih terbata-bata menahan tangis.

Kini, warga Desa Rancaudik berharap keadilan segera tegak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.