Khofifah Lepas 163 CJH Muslimat NU Surabaya, Soroti Peluang Ekonomi Haji
Cak Sur April 18, 2026 06:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, melepas sebanyak 163 calon jemaah haji dari Muslimat NU Kota Surabaya di Islamic Center, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan, serta menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.

“Semoga seluruh jemaah diberikan kemudahan, kesehatan dan kembali dalam keadaan mabrur,” tutur Khofifah.

Peluang Usaha Logistik Haji

Khofifah mengungkapkan, pemerintah saat ini membuka peluang bagi pelaku usaha nasional untuk terlibat dalam penyediaan logistik jemaah haji.

Dari 14 pelaku usaha yang diajukan, sebanyak tiga pelaku usaha asal Jawa Timur telah memperoleh persetujuan pada tahap awal.

Menurutnya, langkah ini menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha dalam negeri untuk masuk dalam ekosistem layanan haji global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor keagamaan.

Potensi Besar Pengelolaan Dam

Selain logistik, Khofifah juga menyoroti potensi pelaksanaan dam atau denda haji di dalam negeri. Dengan jumlah jemaah haji Indonesia yang mencapai sekitar 220 ribu orang, potensi pengelolaan dam dinilai sangat besar.

“Jika dimungkinkan dilaksanakan di dalam negeri, maka akan ada sekitar 220 ribu ekor ternak yang dapat dikelola. Ini bukan hanya berdampak pada aspek ibadah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Poin Penting

  • 163 jamaah haji Muslimat NU Surabaya dilepas
  • Fokus pada kesehatan dan kekhusyukan ibadah
  • Peluang usaha logistik haji mulai dibuka
  • Tiga pelaku usaha Jatim lolos tahap awal
  • Potensi pengelolaan dam hingga 220 ribu ternak

Momentum Harlah ke-80 Muslimat NU

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU.

Khofifah menyebut momentum ini sebagai refleksi perjalanan panjang organisasi, sekaligus penguatan peran perempuan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Ia berharap Muslimat NU terus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan kemaslahatan umat.

“Muslimat NU telah membuktikan kiprahnya sebagai kekuatan besar dalam pelayanan umat. Ke depan, peran ini harus terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Konsep Dakwah Seimbang

Khofifah juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam dakwah melalui tiga pendekatan utama:

  • Dakwah bil lisan (melalui ucapan dan nasihat)
  • Dakwah bil hal (melalui keteladanan)
  • Dakwah bil maal (melalui dukungan materi)

Menurutnya, ketiganya saling melengkapi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ia juga membagikan pengalaman saat mendampingi Abdurrahman Wahid.

“Beliau menyampaikan bahwa mengurus umat itu membutuhkan biaya. Dakwah harus dikuatkan dengan dakwah bil maal agar kita memiliki kemampuan lebih dalam melayani umat,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.