'Tidak Apa-apa' Jawaban Dingin Pembunuh Istri Siri ke Tetangga yang Dengar Jeritan Maut Korban
Yandi Triansyah April 18, 2026 08:27 PM

SRIPOKU.COM, TANGERANG – Keheningan dini hari di wilayah Pondok Pakulonan, Serpong Utara, pecah oleh suara jeritan wanita paruh baya. 

Kamis (16/4/2026), jarum jam belum lama melewati tengah malam ketika IL (49) melepaskan teriakan terakhirnya dari balik dinding kamar.

Jeritan minta tolong itu sampai ke telinga tetangga sebelah rumah. 

Merasa ada yang tidak beres, sang tetangga bergegas mendekat, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu yang tertutup rapat tersebut.

Baca juga: Polisi Tembak Pembunuh Mantan Istri di Serpong, Motif Pelaku Habisi Korban Dipicu Sakit Hati 

Saat saksi berdiri di depan pintu dengan penuh kekhawatiran, suara teriakan itu mendadak senyap. 

Tak lama, muncul sosok THA dari dalam. Dengan raut wajah yang berusaha tenang, THA pria yang merupakan mantan suami korban mencoba meyakinkan saksi bahwa segalanya terkendali.

"Saksi mendengar korban meminta tolong dari dalam kamar," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Sabtu (18/4/2026).

Namun, kepedulian tetangga itu dijawab dengan sandiwara. 

THA menegaskan bahwa situasi di dalam baik-baik saja dan meminta saksi untuk tidak khawatir. 
"Pelaku mengatakan bahwa kondisi korban tidak apa-apa," imbuh Budi. 

Kata-kata dingin itu rupanya hanyalah siasat untuk membungkam kecurigaan dan memberi waktu bagi pelaku untuk menyusun langkah pelarian.

Akhir Pelarian Pelaku

Percaya dengan ucapan pelaku, saksi pun sempat menjauh. 

Di momen itulah, THA memanfaatkan situasi untuk segera menghilang di balik pekatnya kegelapan dini hari. 

Ia meninggalkan rumah tersebut dengan tergesa-gesa setelah memastikan IL tidak akan bisa lagi berteriak untuk selamanya.

Kecurigaan warga akhirnya tak terbendung. Ketika pintu kamar benar-benar dibuka beberapa saat kemudian, suasana berubah menjadi histeris. 

IL ditemukan sudah terbujur kaku tak bernyawa. Teriakan yang didengar saksi tadi rupanya adalah upaya terakhir korban mempertahankan hidup di tangan orang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.

Akhir dari Sebuah Pelarian

Meski THA sempat berhasil mengecoh saksi dan melarikan diri, langkahnya terhenti setelah polisi melakukan pengejaran intensif.

Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi bahwa kasus ini kini dalam penanganan penuh Polda Metro Jaya. 

Di balik jeruji besi, THA kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sebuah tindakan keji yang diawali dengan kekerasan dan diakhiri dengan kebohongan maut di tengah malam sunyi.

Motif Sakit Hati 

im gabungan Polda Metro Jaya meringkus TH (41), pelaku pembunuhan terhadap mantan istrinya di Serpong Utara, Tangerang Selatan. 

Pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas terukur karena berusaha menyerang petugas saat proses penangkapan di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, Kamis (16/4/2026) sore.

Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra, mengonfirmasi bahwa tindakan tersebut diambil lantaran pelaku dinilai membahayakan nyawa petugas dan masyarakat di sekitar lokasi penangkapan.

“Saat ditangkap, pelaku diberikan tindakan tegas terukur karena berusaha menyerang petugas dan membahayakan nyawa masyarakat,” ujar Dimitri saat dihubungi, Sabtu (18/4/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan diduga dipicu oleh rasa sakit hati pelaku terhadap korban.

Namun, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami kronologi serta motif pasti di balik tindak pidana tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.