Hasil Final Four Proliga 2026 - Harga Mati Samator Kalahkan Jakarta Garuda Jaya
Ardhianto Wahyu April 18, 2026 08:33 PM

PBVSI
Surabaya Samator (jersei merah) berhasil mengalahkan Jakarta Garuda Jaya pada lanjutan final four Proliga 2026 di Semarang, Jawa Tengah, 18 April 2026.

BOLASPORT.COM - Surabaya Samator memaksimalkan peluang tersisa di final four Proliga 2026 ini dengan kemenangan atas Jakarta Garuda Jaya. Hasil positif menjadi bekal untuk pertempuran berikutnya di babak perebutan peringkat ketiga.

Surabaya Samator mampu mengatasi perlawanan Jakarta Garuda Jaya dalam pertandingan yang digelar di di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).

Setelah kecolongan pada set pertama yang sengit, Samator mampu bangkit untuk meraih kemenangan dengan skor 3-1 (25-27, 25-21, 25-22, 25-18).

Samator tampil dengan kekuatan penuh setelah di laga terakhir kontra Jakarta LavAni Livin Transmedia melakukan rotasi pemain.

Nama-nama andalan seperti Tedy Oka Syahputra, Lyvan Taboada, Ageng Wardoyo, hingga Jordan Michael Imanuel Dwi Susanto tampil sepanjang laga.

Garuda Jaya yang bermaterikan pemain jebolan Kejuaraan Dunia U-21 2025 dan sejumlah talenta berusia remaja tak mau kalah.

Akan tetapi, setelah memenangi set pertama yang penuh perjuangan, Dawuda Alaihimassalam goyah hingga harus rela menerima rapor 0 kemenangan di final four ini.

"Penampilan kami yang kemarin sedikit lebih baik," ucap asisten pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, kepada BolaSport.com dan awak media lainnya.

"Menurut statistik manual dari tim kami, ada lebih banyak kesalahan servis. Selain itu penerimaan bola pertama juga lebih bagus kemarin."

Nur Widayanto secara khusus menunjuk faktor mental karena pemain-pemain muda yang berada di dalam tim Garuda Jaya.

Selain itu, Garuda Jaya masih mengalami kendala kemistri dengan setter asing mereka, Movsar Bataev, yang baru didatangkan jelang final four.

Masalahnya, ketika mengganti Bataev dengan Hilarius Galang Bryantama Putra, blok lebih pendek karena faktor tubuh membuat tosser lokal timnas junior sering diincar spike lawan.

Di sisi lain, asisten pelatih Samator, Sigit Ari Widodo, mengakui kendala daya juang sebagai penyebab kekalahan timnya pada set pertama.

"Setelah kalah pada set pertama, ada omongan bahwa untuk teknik kami gak ada masalah, cuma fighting spirit-nya yang harus ditingkatkan lagi," ucap Sigit.

Tim asuhan Rodolfo Sanchez itu sebenarnya sangat mengincar kemenangan atas Jakarta Garuda Jaya.

Sebab, dengan kekalahan dari LavAni dan Jakarta Bhayangkara Presisi, peluang kemenangan yang mereka miliki hanya ketika menghadapi Garuda Jaya.

"Kami melawan Garuda harus fight karena kami kalah dari LavAni dan Bhayangkara. Apapun kondisinya, kami harus fight dan menang. Itu saja," tukas Sigit.

Persaingan belum berakhir karena Samator dan Garuda Jaya masih akan saling berhadapan untuk babak perebutan peringkat ketiga.

Mereka akan mengawali pekan grand final di Yogyakarta pekan dengan dengan format kompetisi best-of-three, alias minimal harus menang dua kali.

"Besok kami berangkat ke Jogja dan saya hanya bilang, welcome to Jogja," ucap Sigit. Samator sendiri merupakan tim peringkat ketiga musim lalu.

Garuda Jaya tak mau kalah.

"Kami optimistis masih ada peluang. Sambil kami rotasi, kami juga akan mempelajari posisi dan strategi lawan seperti apa," ucap Nur Widayanto.

"Kami akan cari kelemahan mereka. Mudah-mudahan nanti bisa," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.